NEWSTICKER
(kanan) CEO Apple, Tim Cook. (Getty Images)
(kanan) CEO Apple, Tim Cook. (Getty Images)

Bos Apple Ungkap Kondisi Perusahaan ke Pegawai Imbas Virus Korona

Teknologi teknologi Virus Korona apple
Cahyandaru Kuncorojati • 18 Februari 2020 10:10
Jakarta: Apple mengakui kondisi perusahaan mereka tidak begitu baik akibat virus Korona atau Covid-19 kepada investor. Suplai utama iPhone dari Tiongkok terganggu akibat produksi tersendat dan permintaan yang lesu.
 
Sebelum memberikan informasi kepada investor, CEO Apple, Tim Cook sudah lebih dulu jujur kepada pegawai perusahaannya. Dia memberikan informasi bahwa penjualan iPhone akan bermasalah ke depannya. Hal ini terungkap dari sebuah memo kepada seluruh pegawai Apple.
 
Dikutip dari 9to5Mac, Tim Cook membagikan memo kepada seluruh pegawai Apple. Memo ini kemudian tersebar ke internet. Di dalamnya, Cook berterima kasih atas respon pegawainya dalam menangani fenomena virus Covid-19 di operasional Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Respons terhadap Covid-19 telah membantu banyak hidup keluarga Apple dan saya ingin berterima kasih atas dedikasi, empati, dan pengertian serta kasih sayang yang diberikan," tulis Cook. Di akhir kalimat dia menyebut Apple akan menberikan donasi lebih banyak.
 
"Hari ini kita akan melipat gandakan donasi untuk dukungan terhadap respon atas permasalahan kesehatan dunia," tuturnya. Di bulan Januari, Apple memang menyatakan ikut memberikan donasi kepada Tiongkok dalam jumlah yang tidak disebutkan.
 
"Kantor korporasi dan pusat informasi juga sudah beroperasi kembali di Tiongkok, demikian juga dengan toko namun kita akan mengalami perlambatan sebelum kembali normal seperti yang diharapkan," jelas Cook.
 
"Apple secara fundamental masih sangat kuat dan disrupsi ini hanya bersifat sementara," tulis Cook. Dia menegaskan bahwa fokus kali ini adalah kesehatan tim Apple terutama pegawai dan komunitas serta supplier di Tiongkok.
 
Setelah memo ini beredar, Cook merilis laporan kepada investor yang berisi pemberitahun bahwa perusahaannya mungkin tidak memenuhi target pendapatan bulan Maret.
 
Ada dua faktor penyebab kondisi tersebut. Pertama adalah fasilitas produksi milik Foxconn yang belum beroperasi sepenuhnya akibat banyak pekerja yang belum kembali ke pabrik. Kedua, permintaan atau penjualan iPhone di Tiongkok lesu mengingat negara ini salah satu pasar yang besar.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif