Google Perbarui Gestur Swipe to Unlock di Android Auto

Lufthi Anggraeni 18 Maret 2018 10:25 WIB
google
Google Perbarui Gestur Swipe to Unlock di Android Auto
Google mengumumkan kehadiran gestur Swipe to Unlock di smartphone Android Auto.
Jakarta: Salah satu keluhan utama pengguna Android Auto adalah absennya kemampuan membuka kunci smartphone saat telah terhubung dengan kendaraan via sistem operasi karya Google tersebut. Satu-satunya cara menggunakan ponsel adalah dengan membuka kunci via perintah suara.

Menyadari akan hal tersebut, Google menggulirkan update guna menghapuskan batasan pada lockscreen ponsel, sehingga smartphone Android Auto dapat digunakan baik oleh pengemudi maupun penumpang kendaraan saat dalam perjalanan.

Android Auoto kini dibekali gestur Swipe to Unlock baru, memungkinkan pengguna membuka kunci smartphone yang terhubung dengan mobil dalam kondisi bergerak. Informasi ini telah mendapatkan konfirmasi dari Google.


Google menyebut fitur baru ini telah diaktifkan dan secara permanen tersedia untuk pengguna hingga batas waktu yang belum ditentukan. Perubahan ini juga memungkinkan penumpang memanfaatkan ponsel yang terhubung tanpa menggangu perhatian pengemudi.

Selain itu, kehadiran gestur ini juga memudahkan pencarian musik, alih-alih menggunakan perintah suara, atau bahkan menyediakan pengemudi informasi penting yang mungkin dibutuhkan saat kendaraan dalam kondisi bergerak.

Sebelumnya, bersamaan dengan laporan keamanan tahunan Google, kepala keamanan Google David Kleidermacher mengumumkan bahwa tingkat keamanan Android serupa dengan kompetitornya.

Menurut laporan terbaru tersebut, keamanan Android mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2017 lalu, dan sebagian besar perlindungan yang ditawarkannya diklaim Kleidermacher telah memimpin industri keamanan.

Sementara itu, mulai 15 Maret waktu Amerika Serikat, platform smartwatch Google berubah nama menjadi Wear OS, diklaim sebagai sistem operasi wearable untuk semua orang.

Dalam unggahan di blog resminya, Google mngungkap perubahan tersebut di landasi alasan nama baru ini akan mampu merefleksikan teknologi dan visi Google dengan lebih baik.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.