Google Bangun Pusat Kecerdasan Buatan di Tiongkok

Ellavie Ichlasa Amalia 14 Desember 2017 12:19 WIB
googlekecerdasan buatan
Google Bangun Pusat Kecerdasan Buatan di Tiongkok
Google akan buat pusat riset AI di Tiongkok. (CNN Money)
Jakarta: Google akan membuka pusat penelitian kecerdasan buatan (AI) di Tiongkok.

Kemarin, perusahaan pencarian tersebut mengumumkan bahwa Google AI China Center dibuat untuk membantu mereka mengadakan riset AI di Tiongkok dan mempekerjakan orang-orang yang memiliki pengalaman di bidang pembelajaran mesin. Fasilitas riset ini akan dibuat di Beijing, kota yang juga menjadi tempat untuk kantor Google. 

"Tidak peduli apakah terobosan ditemukan di Silicon Valley, Beijing atau di tempat lain, penemuan itu berpotensi untuk membuat kehidupan semua orang di dunia menjadi lebih baik," kata Fei-Fei Li, Head of AI dari bisnis komputasi cloud Google dalam sebuah blog post.


"Sebagai perusahaan yang fokus pada AI, ini adalah bagian dari misi bersama kami. Dan kami ingin bekerja sama dengan ahli AI terbaik, tidak peduli dimana dia berada, untuk mencapai misi kami itu."

Lebih lanjut, Li berkata bahwa beberapa tahun belakangan, Tiongkok mulai fokus dengan riset AI. Banyak tim riset asal Tiongkok yang menemukan penemuan penting terkait pembelajaran mesin yang bisa digunakan agar komputer bisa mengenali objek di foto, tulis Li, seperti yang disebutkan oleh Fortune

Keputusan Google untuk membuat pusat riset AI di Tiongkok menarik karena layanan utama mereka tidak bisa digunakan oleh masyarakat negara Tirai Bambu tersebut. Pemerintah Tiongkok menyensor internet karena itu, layanan pencarian Google -- yang merupakan bisnis utama mereka -- tidak bisa digunakan di Tiongkok.

Namun, Google masih memiliki bisnis di Tiongkok. Sistem operasi mobile Android buatan Google banyak digunakan oleh perusahaan pembuat smartphone asal Tiongkok. 

Sekarang, perusahaan teknologi memang berlomba-lomba untuk mencari ahli AI. Salah satu cara yang Google gunakan untuk menarik talenta di Tiongkok adalah dengan mempromosikan software AI gratis mereka untuk para developer. Para pengembang bisa menggunakan software TensorFlow untuk membuat model deep learning.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.