Duel ASUS ZenFone 5Z dan Pocophone F1, Sesama Snapdragon 845

Cahyandaru Kuncorojati 11 Oktober 2018 08:13 WIB
asusxiaomi
Duel ASUS ZenFone 5Z dan Pocophone F1, Sesama Snapdragon 845
ASUS ZenFone 5Z.
Jakarta: Salah satu tolok ukur smartphone dengan spesifikasi premium adalah dengan prosesor yang digunakannya.

Di Indonesia setidaknya ada dua smartphone yang belum lama meluncur dengan prosesor tertinggi saat ini Qualcomm Snapdragon 845, yang juga dibanderol terjangkau di kelasnya yaitu ASUS ZenFone 5Z dan Pocophone F1.

ASUS ZenFone 5Z dibanderol Rp6,5 juta untuk RAM dan memori internal 6GB/128GB, sementara Pocophone F1 yang merupakan saudara Xiaomi dibanderol Rp4,5 juta dengan RAM dan memori internal sama. Mana yang lebih baik?


Pertama soal tampilan atau bodinya. ASUS ZenFone 5Z hadir dengan layar ukuran 6,2 inci, sementara Pocophone F1 berukuran 6,18 inci. Keduanya hadir dengan poni. Ukuran layar tersebut tentu berpengaruh terhadap ukuran bodinya. ASUS ZenFone 5Z sedikit lebih kecil.

ASUS ZenFone 5Z juga hadir dengan desain lebih ramping dan lebih ringan dari Pocophone F1. Tidak hanya tampilannya lebih menarik, ASUS ZenFone 5Z juga lebih nyaman digenggaman.



Perbedaan antara kedua smartphone juga terletak di punggungnya. ASUS ZenFone 5Z memiliki material semi kaca yang memberikan efek memantulkan cahaya dan seperti cermin. Berbeda dengan Pocophone F1 yang material plastik dan sama sekali tidak berbeda dengan smartphone Xiaomi yang dieknal terjangkau.

Beralih ke kemampuan kameranya, ASUS ZenFone 5Z dan Pocophone F1 menurut Medcom.id memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Kualitas foto kamera belakang keduanya sama tajam dalam kondisi pencahayaan yang cukup.





Medcom.id menemukan hasil foto kamera belakang Pocophone F1 warnanya lebih cerah, sementara hasil foto ASUS ZenFone 5 terlihat lebih vivid dan mampu menyajikan warna foto yang yang dramatis.

Dalam beberapa kesempatan kualitas, foto Pocophone juga lebih tajam, seperti saat menangkap gradasi warna langit.





Menurut Medcom.id, keduanya menyajikan kualitas kamera belakang yang baik. Perbedaan warna foto juga kembali terjadi di kamera depan kedua smartphone. Kamera depan Pocophone F1 masih lebih baik dalam kondisi malam karena lebih mampu menangkap hasil foto dengan tajam dan jelas.





Kini bicara soal performa. Meskipun ASUS ZenFone 5Z dan Pocophone F1 hadir dengan spesifikasi dapur pacu yang tidak berbeda, ASUS ZenFone 5Z memiliki fitur AI Boost yang bisa diaktifkan maupun dinonaktifkan, sehingga bisa meningkatkan performanya saat dibutuhkan.

Medcom.id membandingkan performa keduanya karena masing-masing sudah pernah Medcom.id ulas. Dalam pengujian performa menggunakan aplikasi benchmark, tercatat ASUS ZenFone 5Z unggul dalam dua pengujian yang menunjukkan kemampuan pengolahan grafisnya dibandingkan Pocophone F1.



Hal ini didukung dalam pengujian saat digunakan untuk memainkan game PUBG Mobile ditingkat kualitas grafis tinggi atau high. Dalam skenario pengujian, Medcom.id mengubah kualitas grafis ke frame rate ultra dan paling tajam.

ASUS ZenFone 5Z terpantau mampu berjalan lancar dengan konsumsi baterai sebesar lima persen tiap durasi 10 menit dengan suhu yang terdeteksi hanya sekitar 34-35 derajat celcius.

Pada Pocophone F1, game dapat berjalan lancar di kualitas grafis yang sama, konsumsi baterai untuk durasi per 10 menit juga sama. Namun, suhunya terdeteksi mampu menyentuh 39 derajat celcius, yang sebetulnya masih tergolong hangat. Ini masih lebih panas dari ASUS ZenFone 5Z.

Bagaimana dengan daya tahan baterainya? ASUS ZenFone 5Z memiliki kapasitas baterai 3.300 mAh dan Pocophone F1 4.000 mAh. Maka tidak heran dalam pengujian benchmark daya tahan baterai, Pocophone F1 mampu bertahan lebih lama, hingga 15 jam.



ASUS ZenFone 5Z memang dipatok dengan harga lebih tinggi, tapi tampilannya benar-benar menegaskan smartphone premium.

Selain itu, keunggulan yang bisa didapatkan dari ASUS ZenFone 5Z adalah performanya yang jelas lebih unggul dengan daya tahan baterai yang sangat baik. Sehingga, ia berhasil menyediakan smartphone bergaya premium dengan performa yang juga di kelas premium.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.