Ilustrasi. (MI)
Ilustrasi. (MI)

Jenazah Dililit Ular, Fakta atau Hoax?

Ellavie Ichlasa Amalia • 23 Juni 2017 13:10
medcom.id, Jakarta: Tidak semua informasi yang Anda lihat di media sosial/pengirim pesan itu benar. Karena itu, sebelum mempercayai/menyebarkan sebuah pesan yang Anda dapatkan, sebaiknya Anda memeriksa kebenarannya terlebih dulu. 
 
Sekarang, tengah viral beberapa foto yang menunjukkan mayat yang terlihat tidak biasa. Dalam salah satu foto tersebut, terlihat jenazah yang dibalut dengan kain kafan memiliki wajah hitam legam. Sementara foto yang lain menunjukkan adanya ular yang melilit leher sang jenazah. Disebutkan, jenazah itu ditemukan di Jawa Tengah. 
 
Menyertai gambar, terdapat pesan yang menceritakan bagaimana ketika semasa hidupnya, sang jenazah tidak pernah melaksanakan shalat meski telah diingatkan oleh keluarganya. Moral dari cerita itu adalah seorang muslim tidak boleh meninggalkan shalat, yang merupakan kewajiban penganut agama Islam. Tidak ada yang salah dengan pesan itu. 

Jenazah Dililit Ular, Fakta atau Hoax?
 
Namun, pesan berantai itu mengklaim bahwa foto jenazah merupakan bukti kejadian nyata. Klaim itu salah. Seperti yang dikutip dari situs berita Malaysia, mStar, foto itu diambil dalam produksi sebuah drama berjudul Tanah Kubur: Kutuk Azan.
 
"Ya, itu merupakan salah satu babak dalam drama Tanah Kubur bagi episod Kutuk Azan, saya juga tidak tahu bagaimana ia boleh tersebar di internet kerana drama itu belum lagi ditayangkan," ujar Namanzee Harris, pengurus saluran televisi yang menayangkan serial tv tersebut. Gambar tersebut diambil di Sungai Ijok, Selangor, Malaysia.
 
Sebelum tersebar di Indonesia, hoax ini pernah menyebar di Malaysia pada tahun 2014, dan menyebabkan keresahan di masyarakat. Hoax dan berita palsu memang marak di media sosial dan grup chat saat ini.
Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, salah satu hal yang harus diperhatikan saat membaca artikel/pesan adalah sumber berita.
 
Semuel mengatakan, dia tidak akan percaya pada suatu berita kecuali dia bisa membuktikannya sendiri dan membacanya dari sumber terpercaya. "Masyakarat harus lebih cerdas dalam memilih informasi," kata Semuel. Dia ingin masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan internet. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA