Kunal Anand, Chief Product Officer F5, menyatakan bahwa saat ini banyak tim operasional terjebak dalam kompleksitas alat dan ribuan peringatan (alert) tanpa wawasan yang relevan. "F5 ADSP menyederhanakan hal tersebut ke dalam satu platform terpadu," ujarnya.
Salah satu inovasi utama adalah F5 Insight, solusi yang memberikan kemampuan observabilitas terpadu dan proactive intelligence. Fitur ini menawarkan visibilitas real-time di seluruh lapisan aplikasi pada lingkungan hybrid dan multicloud.
Dengan memanfaatkan Model Context Protocol (MCP), F5 Insight memberikan panduan proaktif berbasis AI melalui interaksi bahasa alami, membantu tim memprioritaskan tindakan dan mengatasi kerentanan sebelum berdampak pada pengguna.
F5 juga memperkenalkan BIG-IP v21.1 yang ditargetkan rilis pada kuartal kedua 2026. Pembaruan ini membawa fitur Post-Quantum Cryptography (PQC) yang siap menghadapi ancaman komputasi kuantum di masa depan dengan dukungan cipher kriptografi standar NIST. Selain itu, BIG-IP v21.1 meningkatkan keamanan beban kerja AI melalui perlindungan MCP dan fitur Dynamic Client Registration (DCR) untuk akses cepat bagi agentic AI.
Dalam hal perlindungan data, solusi WAF F5 kini mendukung spesifikasi OpenAPI 3.1 untuk melindungi API modern dari serangan canggih pada protokol HTTP/3. Sementara itu, F5 NGINX menghadirkan agentic observability untuk memantau trafik yang dipicu oleh agen AI, termasuk mendeteksi aktivitas shadow AI yang tersembunyi. Strategi satu gateway ini meminimalkan kebutuhan akan AI gateway terpisah, sehingga operasional menjadi lebih efisien.
Untuk mempermudah implementasi, F5 mendesain ulang skema paket F5 Distributed Cloud Services menjadi dua tingkatan: Essentials dan Enterprise. Pendekatan baru ini menggantikan puluhan SKU dengan bundel berbasis nilai untuk mendukung migrasi pelanggan ke platform SaaS secara skalabel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News