Diskusi panel ini menghadirkan para petinggi industri teknologi, di antaranya Kevork Kechichian sebagai Ketua Data Center Intel, Benny Lan, COO Giga Computing, Magnus Eberbring, CTO Ericsson Asia Pasifik, dan Eugene Chien, VP of Engineering GMI Cloud.
Selama beberapa tahun terakhir, industri teknologi global hampir sepenuhnya terfokus pada performa GPU demi mengejar akselerasi pelatihan model frontier. Namun, lanskap digital kini tengah mengalami transisi besar dari fase pelatihan (training) menuju fase inferensi (inference) dan adopsi agen AI (agentic AI) secara massal.
Benny Lan dari Giga Computing menjelaskan bahwa dalam fase inferensi ini, peran CPU menjadi sangat dominan. "CPU kini mengambil posisi pusat untuk pemrosesan data, koordinasi memori, serta memastikan stabilitas, keamanan, dan pengelolaan suhu serta daya di tingkat sistem," ujar Benny.
Hal senada diungkapkan oleh Eugene Chien dari GMI Cloud. Ia memaparkan bahwa ketika data pelatihan tradisional mulai habis, industri beralih ke metode Reinforcement Learning (RL). Untuk menjalankan simulasi dunia nyata (Sandbox) yang kompleks dalam metode RL ini, ketergantungan terhadap performa CPU yang kuat justru melonjak drastis.
Menjawab kebutuhan pasar yang kian haus akan performa komputasi tingkat tinggi, Intel secara resmi memperkenalkan Xeon 6+. Kevorg menegaskan bahwa platform teranyar ini dirancang untuk menawarkan densitas tertinggi per rak yang pernah ada.
"Platform Xeon 6+ memberikan peningkatan efisiensi yang luar biasa, yaitu hingga 60% peningkatan kecepatan per watt," ungkap Kevorg. Angka ini menjadi angin segar bagi para pengelola data center yang kerap menghadapi kendala batasan daya listrik (power constraint).
Tidak hanya prosesor, Intel juga memperkenalkan pengontrol Ethernet 385. Langkah ini diambil untuk mengimbangi proyeksi pertumbuhan lalu lintas jaringan global yang diperkirakan akan melonjak hingga 3 kali lipat dalam kurun waktu 5 tahun ke depan.
Dari sudut pandang telekomunikasi, Magnus Eberbring dari Ericsson menyoroti pentingnya integrasi antara AI, Cloud, dan jaringan seluler. Menurutnya, aplikasi masa depan seperti XR Glasses, drone, hingga robot humanoid akan sangat bergantung pada responsivitas jaringan.
Di sinilah platform seperti Xeon 6+ memainkan peran penting di area edge dan pusat data regional. Dengan menempatkan perangkat komputasi yang padat dan berkinerja tinggi lebih dekat dengan antena pemancar, latensi dapat dipangkas secara signifikan tanpa mengorbankan keamanan data sensitif pelanggan melalui fitur Confidential Computing.
Meski optimisme melambung tinggi, sesi tanya jawab memunculkan isu krusial mengenai waktu tunggu (lead time) pengiriman komponen yang sempat menjadi kendala bagi para operator cloud.
Menanggapi hal tersebut, Kevorg menyatakan bahwa melalui ekosistem Intel Foundry, perusahaan terus melakukan optimalisasi proses produksi wafer secara agresif di laboratorium R&D mereka. Langkah ini memastikan bahwa pasokan silikon dan platform sistem Intel dapat terus mengalir demi mendukung akselerasi ekonomi AI dunia yang bergerak sangat cepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News