Kolaborasi ini berfokus pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu generasi muda dan kreator lokal mengembangkan karya sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Kerja sama tersebut hadir di tengah meningkatnya peran AI dalam berbagai sektor industri.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam peluncuran program, pemanfaatan AI di Indonesia diperkirakan dapat memberikan dampak ekonomi hingga USD366 miliar pada 2030. Selain itu, tingkat penggunaan AI harian disebut telah mencapai 80 persen dengan potensi peningkatan produktivitas yang signifikan.
Melalui inisiatif ini, Indosat, Adobe, dan Kemenekraf ingin memastikan semakin banyak talenta Indonesia yang memiliki akses terhadap teknologi kreatif dan keterampilan digital yang dibutuhkan di era AI.
Pelanggan IM3 dan Tri Dapat Akses Adobe Express
Salah satu program utama yang diumumkan dalam kolaborasi tersebut adalah pemberian akses premium Adobe Express secara gratis selama enam bulan untuk pelanggan IM3 dan Tri.Adobe Express merupakan platform kreatif yang menyediakan berbagai fitur desain, pembuatan konten visual, hingga pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung kebutuhan kreator, pelaku usaha, maupun pengguna umum.
Tak hanya menyediakan akses ke platform, program ini juga dilengkapi materi pembelajaran dari Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kehadiran modul tersebut diharapkan dapat membantu pengguna memahami cara memanfaatkan teknologi kreatif dan AI secara lebih efektif.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa pengembangan talenta digital membutuhkan akses yang lebih merata terhadap peluang dan teknologi.
"Bakat itu tersebar merata, tetapi kesempatan tidak," ujar Vikram. Ia juga menekankan bahwa AI seharusnya dipandang sebagai alat yang membantu manusia meningkatkan produktivitas dan kreativitas, bukan sebagai pengganti peran manusia.
Indonesia Jadi Negara Pertama Program Monetisasi Kreator Adobe
Selain memberikan akses ke Adobe Express, kerja sama ini juga menghadirkan peluang baru bagi kreator lokal.Adobe menunjuk Indonesia sebagai negara pertama yang menjalankan program monetisasi kreator melalui Adobe Express. Program tersebut memungkinkan kreator menghasilkan pendapatan dari template yang mereka buat dan dipublikasikan di platform tersebut.
Template yang digunakan dalam program ini dirancang dengan pendekatan lokal sehingga lebih relevan bagi kebutuhan pengguna di Indonesia. Kreator yang terpilih juga berpeluang menampilkan hasil karyanya dalam ajang IDEAFEST.
President Adobe untuk kawasan Jepang, Asia Pasifik dan Tiongkok (JAPAC), Ben Goodman, menilai Indonesia memiliki potensi besar karena ekosistem kreatifnya yang terus berkembang.
Menurutnya, sektor ekonomi kreatif Indonesia saat ini melibatkan sekitar 27,4 juta pelaku, menjadikannya salah satu komunitas kreator terbesar di kawasan.
Ekonomi Kreatif Tumbuh Lebih Cepat
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyoroti pertumbuhan positif sektor ekonomi kreatif nasional.Ia menyebut ekonomi kreatif Indonesia tumbuh 6,86 persen sepanjang 2025, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama.
Menurut Teuku, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, termasuk AI, akan menjadi faktor penting yang menentukan daya saing pelaku industri kreatif di masa depan.
"Di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, mereka yang akan unggul bukan mereka yang paling besar, tetapi mereka yang paling adaptif," kata Teuku.
Sasar 15.000 Anak Muda Indonesia
Program ini juga akan terhubung dengan GENSi (Generasi Terkoneksi), platform pemberdayaan anak muda yang dijalankan Indosat. Tahun ini, GENSi menargetkan dapat menjangkau hingga 15.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.Sementara itu, Kemenekraf akan memperluas literasi ekonomi kreatif dan pemanfaatan AI melalui program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector). Program tersebut akan menyasar sekolah dan perguruan tinggi guna memperkenalkan keterampilan kreatif berbasis teknologi kepada generasi muda.
Melalui kolaborasi ini, ketiga pihak berharap pemanfaatan AI tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi kreator Indonesia di era digital.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda