Waspada silent call, modus penipuan telepon tanpa suara. Jangan angkat atau telepon balik untuk hindari scam.
Waspada silent call, modus penipuan telepon tanpa suara. Jangan angkat atau telepon balik untuk hindari scam.

Waspada Silent Call, Modus Penipuan Telepon Tanpa Suara

Cahyandaru Kuncorojati • 23 April 2026 17:12
Ringkasnya gini..
  • Silent call adalah modus penipuan telepon tanpa suara untuk cek nomor aktif dan memancing korban.
  • Jangan angkat atau telepon balik karena bisa berujung scam OTP, phishing, atau biaya premium.
  • Gunakan blokir nomor tak dikenal dan waspadai panggilan asing mencurigakan.
Jakarta: Fenomena silent call atau panggilan tanpa suara kini semakin marak dan patut diwaspadai. Modus ini disebut menjadi salah satu pintu masuk berbagai kejahatan siber yang menargetkan pengguna telepon.
 
Dosen Program Studi Ilmu Komputer IPB University, Heru Sukoco, mengingatkan masyarakat agar tidak merespons panggilan jenis ini.
 
“Jangan angkat, jangan telepon balik, blokir dan abaikan karena panggilan tersebut merupakan tahapan awal dari penipuan berbasis telepon,” ujar Heru.
 

Modus Awal Social Engineering

Menurut Heru, silent call merupakan bagian dari teknik social engineering atau penipuan berbasis manipulasi.

Panggilan ini biasanya tidak bersuara atau terputus dalam beberapa detik. Tujuannya beragam, mulai dari mengecek apakah nomor aktif, memancing korban untuk melakukan panggilan balik, hingga mengumpulkan data untuk serangan lanjutan.
 
Heru menekankan bahwa risiko dari silent call cukup serius. Nomor korban berpotensi masuk dalam daftar target penipuan. Selain itu, korban juga bisa diarahkan ke skema lanjutan seperti penipuan berbasis OTP, phishing, hingga terhubung ke nomor premium berbiaya tinggi jika melakukan panggilan balik.
 

Hindari Angkat dan Call Back

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk tidak mengangkat telepon dari nomor tidak dikenal, terutama nomor luar negeri yang mencurigakan.
 
Jika panggilan memang penting, biasanya penelepon akan mencoba menghubungi kembali atau mengirim pesan.
 
Heru juga menegaskan agar tidak melakukan call back. “Tindakan ini adalah yang paling sering menjebak, karena banyak scam menggunakan teknik ‘missed call bait’,” ujarnya.
 
Pengguna juga disarankan memanfaatkan teknologi untuk perlindungan tambahan. Misalnya dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk mengidentifikasi nomor spam, memblokir otomatis, serta memberi label panggilan mencurigakan. 
 
Selain itu, fitur bawaan smartphone seperti silence unknown callers atau block unknown numbers juga dapat diaktifkan.
 
Jika panggilan terlanjur terangkat, pengguna diminta untuk menghindari menjawab “ya” karena suara tersebut dapat direkam dan disalahgunakan untuk manipulasi data pribadi seperti OTP, NIK, atau informasi perbankan.
 

Edukasi Jadi Kunci

Heru menilai edukasi keluarga menjadi langkah penting, terutama bagi kelompok rentan seperti orang tua dan anak-anak.
 
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan literasi digital masyarakat, peran operator dalam menyaring panggilan mencurigakan, serta kolaborasi lintas pihak untuk membangun basis data spam nasional.
 
Fenomena silent call menunjukkan bahwa kewaspadaan sederhana dari pengguna dapat menjadi pertahanan utama dalam menghadapi kejahatan digital yang terus berkembang.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA