Huawei diprediksi akan mengapalkan sebanyak 260 juta unit pada tahun 2019 ini.
Huawei diprediksi akan mengapalkan sebanyak 260 juta unit pada tahun 2019 ini.

Huawei akan Kirim 260 Juta Ponsel pada Tahun 2019

Teknologi huawei
Lufthi Anggraeni • 16 Juli 2019 11:44
Jakarta: Pencabutan lisensi Android pada bulan Mei lalu tidak menghentikan penjualan smartphone Huawei, sehingga penjualan smartphone perusahaan asal Tiongkok tersebut berhasil melampaui target pada tahun 2019 ini.
 
Produsen ponsel cerdas ini diperkirakan akan mengapalkan 250 juta unit ponsel selama tahun 2019. Dan analis Guo Minghao dilaporkan GSM Arena memprediksi bahwa Huawei akan mengapalkan sekitar 260 juta unit.
 
Guo Minghao menyebut bahwa faktor terbesar dalam kesuksesan Huawei adalah pasar Tiongkok. Sebab Huawei dilaporkan berhasil meningkatkan pangsa pasarnya di Tiongkok pad tahun 2019 ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Faktor positif lain yang mendukung pencapaian penjualan ini yaitu kemampuan Huawei dalam meraih kembali perhatian konsumen pasar di luar Tiongkok, meski Guo tidak menjelaskan secara terperinci menyoal wilayah yang berhasil ditaklukan Huawei tersebut.
 
Selain itu, analis Guo Minghao juga memprediksi bahwa Huawei akan sepenuhnya mengatasi permasalahannya dengan pemerintah Amerika Serikat pada akhir bulan Juli ini. Hal ini akan membawanya kembali ke persaingan dengan Samsung untuk meraih posisi sebagai vendor smartphone terbesar di dunia.
 
Sebelumnya pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkap bahwa pemerintah AS telah siap menyetujui lisensi untuk perusahaan yang ingin kembali menjual produk komponen mereka kepada Huawei.
 
Proses persetujuan ini akan membutuhkan waktu selama setidaknya dua hingga empat minggu. Hal ini menjadi indikasi pertama dari pelonggaran sanksi sejak Huawei masuk dalam daftar Entity pada bulan Mei lalu.
 
Perizinan ini merupakan hasil dari keputusan Presiden Trump yang menyebut bahwa perusahaan AS akan diizinkan untuk melanjutkan kerja sama bisnis dengan Huawei, yang disampaikan pada ajang G-20 Summit pada bulan Juni lalu.
 
Huawei dilaporkan berencana merumahkan ratusan pekerjanya di Amerika Serikat. Tindakan ini diambil Huawei sebagai upaya mengatasi masalah yang terjadi akibat keputusan pemerintah Amerika Serikat dalam memasukkan mereka ke daftar hitam, mempersulit perusahaan Tiongkok itu untuk bekerja sama dengan perusahaan AS.
 
Huawei akan memecat karyawannya di divisi pengembangan bernama Futurewei. Sebagai informasi, Futurewei mempekerjakan 850 pekerja di lab riset dan pengembangan yang tersebar di tiga negara bagian AS, yaitu Texas, California, dan Washington.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif