7-Eleven Japan (The Japan Times).
7-Eleven Japan (The Japan Times).

7-Eleven Jepang Setop Operasional Aplikasi Pembayaran Mobile

Teknologi teknologi
Lufthi Anggraeni • 08 Juli 2019 16:20
Jakarta: Rantai ritel 7-Eleven Jepang menangguhkan fitur pembayaran mobile yang baru diluncurkannya, pada aplikasi 7Pay. Keputusan ini diambil setelah menemukan celah keamanan, memungkinkan pihak ketiga membebankan biaya pembayaran tambahan ke akun konsumen.
 
Perusahaan toko kelontong berkantor pusat di Dallas, Texas, Amerika Serikat ini meluncurkan fitur tersebut pada tanggal 1 Juli 2019 lalu, memungkinkan konsumen untuk memindai barcode dengan aplikasi dan melakukan pembayaran via kartu kredit atau debit yang tertaut, seperti laporan The Verge.
 
Namun, 7-Eleven menerima keluhan dari konsumen yang menyadari pembebanan biaya pembayaran tambahan di dana yang mereka belanjakan. Peretas dilaporkan hanya membutuhkan informasi terkait tanggal lahir, alamat email dan nomor ponsel pemilik akun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini dibutuhkan peretas untuk mengirimkan permintaan reset password ke alamat email lainnya. Aplikasi ini juga akan mengisi kolom tanggal lahir yang kosong secara default menjadi 1 Januari 2019, semakin memudahkan penjahat siber meretas akun pengguna.
 
Dalam kasus ini, peretas dilaporkan melakukan serangan secara otomatis, dan disebut 7-Eleven menargetkan terhadap sekitar 900 pengguna serta membebankan biaya pembayaran tambahan sebesar USD500.000 (Rp7,05 miliar) kepada pengguna tersebut.
 
Selain itu, 7-Eleven Japan menyebut bahwa perusahaannya telah menangguhkan fitur ini dengan menghentikan aplikasi membebankan pembayaran ke kartu terkait, dan mengunggah peringatan di situs resminya, serta menghentikan proses pendaftaran pengguna baru.
 
Perusahaan yang telah gulung tikar di Indonesia ini juga menyebut akan memberikan kompensasi kepada pengguna yang terkena dampak dari insiden ini, serta membuat kontak dukungan untuk konsumen.
 
Sementara itu, anggota Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang menyebut bahwa 7-Eleven harus memperbaiki dan memperkuat keamanannya. Selain itu, 7-Eleven juga disebut pihak berwenang pemerintah Jepang ini tidak mengikuti panduan keamanan yang telah diberlakukan.
 
Pemerintah Jepang juga telah menangkap dua individu yang berupaya menggunakan akun hasil peretasan, dan meyakini bahwa keduanya terkait atau telah dipekerjakan oleh rantai kriminal asal Tiongkok yang dikenal kerap menggunakan identitas curian.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif