Pendapatan ini menurun hampir 33 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2019 lalu, dan menurun 12 persen dari bulan Januari lalu. Selain itu, laporan pendapatan ini juga melanjutkan penurunan yang telah dialami produsen asal Taiwan ini selama beberapa tahun terakhir.
Meskipun demikian, HTC belum menunjukan tanda akan menyerah dalam waktu dekat, sebab pada bulan lalu, perusahaan ini merilis smartphone entry-level terbarunya bertajuk Wildfire R70 untuk pasar India dan Thailand.
HTC masih membutuhkan upaya lebih untuk menyakinkan masyarakat bahwa perusahaannya masih memiliki komitmen kuat dalam memproduksi smartphone, dan mengembalikan kondisinya menjadi lebih baik.
HTC belum merilis laporan keuangan tahunan secara menyeluruh untuk tahun 2019 dan diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat. Mengutip GSM Arena, sejumlah pihak memprediksi laporan keuangan tersebut belum akan menunjukan perubahan kondisi menjadi lebih baik.
Namun pada laporan keuangan tahun 2019 tahap awal pada bulan Januari 2020 lalu, HTC melaporkan perolehan pendapatan sebesar USD330 juta (Rp4,5 juta). Perolehan ini menurun hampir sebesar 58 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018. Selain itu, pendapatan ini juga menurun sebesar 84 persen jika dibandingkan dengan tahun 2017.
HTC berhasil meningkatkan performa perusahaannya jika dibandingkan dengan tahun 2018 hanya pada bulan September, saat mengumumkan peningkatan sebesar 1,53 persen, namun kembali mengalami penurunan pada sisa tahun tersebut.
Gelagat tidak menyerah di ranah smartphone juga ditunjukan HTC dengan merilis ponsel blockchain disebut sebagai Exodus 1s pada bulan Oktober 2019 lalu, serta perangkat entry-level lebih tradisional bertajuk Desire 19s pada bulan November 2019.
HTC Desire 19s sebelumnya telah tersedia di negara asal HTC, Taiwan, dan menjadi penerus perangkat Desire sebelumnya, yaitu Desire 12s. Perangkat ini hadir dengan layar IPS 6,2 inci dengan resolusi HD+ dan rasio aspek 19:9.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News