Essential, perusahaan co-founder Android Andy Rubin, mengumumkan penutupannya.
Essential, perusahaan co-founder Android Andy Rubin, mengumumkan penutupannya.

Perusahaan Bapak Android Tutup?

Teknologi teknologi
Lufthi Anggraeni • 13 Februari 2020 15:16
Jakarta: Essential, perusahaan ponsel yang diluncurkan oleh co-founder Android Andy Rubin, mengumumkan akan menghentikan operasional dan menutup perusahaannya. Essential merilis pernyataan singkat terkait dengan keputusan tersebut.
 
Dikutip dari BBC, Essential menyebut bahwa visinya untuk menghadirkan paradigma komputasi mobile yang terintegrasi secara mulus dengan kebutuhan gaya hidup masyarakat melalui perangkat berkodenama GEM dinilai tidak memiliki peluang jelas untuk bisa ke tahap pemasaran kepada konsumen.
 
Diperkenalkan pada bulan Oktober tahun 2019 lalu, GEM disebut Essential sebagai upayanya dalam menghadirkan pengalaman mobile baru yang dibangun oleh tim hardware, software dan cloud, serta telah diujikan selama beberapa tahun terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai informasi GEM merupakan smartphone berukuran sempit dan akan didukung oleh chipset Qualcomm Snapdragon 730 dan menggunakan sistem operasi Android 10 saat resmi diluncurkan. Sejak awal pendiriannya pada tahun 2015 lalu, Essential berencana merilis sejumlah ponsel, speaker smart home dan sistem operasi karyanya.
 
Namun selama durasi operasional, Essential hanya mampu menelurkan satu ponsel cerdas, bertajuk Essential Phone, dan sejumlah aksesori pendukung ponsel tersebut. Penutupan perusahaan ini artinya Essential Phone tidak lagi akan menerima update keamanan via software.
 
Sementara itu, Essential telah membagikan software karyanya pada situs coding Github, sehingga pengembang tetap dapat mengirimkan update ke perangkat tersebut. Dan software email lintas platform karya Essential, Newton Mail, akan berhenti beroperasi pada bulan April mendatang.
 
Sebelumnya, Google dilaporkan tengah menguji fitur terbaik Play Music, memungkinkan pengguna mengunggah perpustakaan musik mereka, untuk diterapkan pada YouTube Music. Fitur ini diklaim sebagai penghambat pengguna Play Music untuk beralih ke YouTube Music.
 
Google disebut tengah menguji kemampuan unggah perpustakaan musik untuk YouTube Music secara internal, mengindikasikan perusahaan teknologi raksasa ini semakin dekat untuk mengalihkan pengguna Play Music ke YouTube Music.
 
Dan Google Maps merayakan ulang tahunnya ke-15, dan menggulirkan update besar untuk aplikasi versi Android dan iOS sebagai bentuk perayaan tersebut. Update ini dilaporkan telah mulai digulirkan dan akan menampilkan lima tab di bagian bawah layar aplikasi.
 
Kelima tab tersebut terdiri dari Explore, Commute, Saved, Contribute dan Update. Pada tab Explore, pengguna akan disuguhi rating, review, dan informasi lain terkait restoran, atraksi dan lokasi menarik di sekitar pengguna, bermanfaat bagi pengguna yang tengah menjelajahi wilayah baru.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif