Ponsel Lipat Agar Generasi Z Tidak Kecanduan Ponsel?

Lufthi Anggraeni 07 Desember 2018 10:27 WIB
teknologi
Ponsel Lipat Agar Generasi Z Tidak Kecanduan Ponsel?
Generasi Z dilaporkan mulai kembali menggunakan ponsel lipat model lama untuk mengurangi kecanduan smartphone.
Jakarta: Laporan terbaru New York Post membahas sejumlah anggora Generasi Z, yang lahir pada pertengahan tahun 1990 hingga pertengahan tahun 2000, tidak lagi tertarik pada smartphone dan menggantikannya dengan ponsel model lama.

Anggota generasi yang mulai menggunakan perangkat seperti Alcatel 2051 dan Pantech Breeze 4 ini didorong oleh keinginan untuk berhenti merasa gelisah dan depresi. Anggota lainnya mengalami insomnia akibat terlalu sering menggunakan smartphone.

Salah satu kekurangan terbesar dari ponsel tanpa internet untuk Generasi Z adalah tidak memungkinkan untuk melacak keberadaan mereka atau menerima iklan bertarget. Di sisi lain, perangkat ini tidak akan membantu pengguna untuk menemukan jalan dari titik A ke B karena tidak memiliki GPS.


Riset terbaru ini menyebut bahwa sebagian besar remaja merasa lebih percaya diri saat menggunakan aplikasi media sosial. Baik Apple dan Google menambahkan fitur baru pada tahun ini, memungkinkan pengguna iOS dan Android untuk mengawasi penggunaan smartphone dan aplikasi.

Aplikasi iOS bernama Screen Time dan DigitalWellbeing pada Android juga memungkinkan pengguna untuk menghitung jumlah waktu yang dihabiskan per hari pada aplikasi tertentu.

Meskipun demikian, laporan New York Post menilai fitur ini masih belum cukup mampu meyakinkan sejumlah anggota generasi ini bersikukuh untuk menggunakan ponsel lipat model lama.

Salah satu anggota ini menggunakan ponsel lipat model lama karya Samsung yang dibelinya di situs e-commerce dan mengaku tidak menyesal melakukannya. Sebab, smartphone dinilai lebih mendistraksi fokus ketimbang menimbulkan rasa percaya diri.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.