ki-ka: Prakash Chandran dan Cedrik Neike. (medcom.id)
ki-ka: Prakash Chandran dan Cedrik Neike. (medcom.id)

Siemens Ingin Latih Generasi Muda Indonesia

Teknologi teknologi
Ellavie Ichlasa Amalia • 02 November 2018 21:22
Jakarta:Indonesia tidak hanya memiliki populasi yang besar, sebagian besar masyarakat kita juga masih berumur di bawah 30 tahun. Ini merupakan peluang.
 
Cedrik Neike, Anggota Dewan Direksi Siemens AG menyebutkan, untuk bisa menghadapi tantangan di dunia sekarang, Indonesia harus bisa memastikan generasi muda bisa mendapatkan pendidikan yang memadai.
 
"Lima puluh persen penduduk Indonesia berumur di bawah 30 tahun. Anda harus memastikan bahwa mereka mendapatkan akses ke pendidikan dan pelatihan agar mereka bisa bersaing," kata Nieke saat ditemui di Four Seasons, Jumat, 2 November 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu solusi yang Siemens tawarkan untuk memastikan generasi muda Indonesia mendapatkan pendidikan yang sesuai adalah dengan menawarkan Program Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan.
 
Untuk mencoba apakah program ini akan berjalan, Siemens akan mengadakan program percobaan selama dua tahun.
 
Dalam program percobaan, Siemens berharap akan bisa melatih 130 murid. Selain itu, mereka juga akan melatih orang-orang yang akan menjadi pelatih.
 
"Kami tidak hanya melihat Indonesia sebagai pasar ekspor, tapi juga negara dengan talenta yang hebat. Salah satu hal yang bisa kami lakukan adalah melakukan pelatihan kejuruan," kata Nieke.
 
"Pada dasarnya ini adalah kerja sama untuk mengurangi skill gap dan membuat murid menjadi semakin mudah mencari kerja."
 
Nieke lalu menjelaskan, sistem pelatihan kejuruan ini telah diterapkan di Jerman. Program itu didukung baik oleh pemerintah dan sektor swasta. "Kami melatih murid yang tidak memiliki gelar di tempat pelatihan dan juga di tempat kerja," katanya.
 
Prakash Chandran Presiden Direktur dan CEO Siemens Indonesia menjelaskan, pada program percobaan pertama, Siemens akan melatih 130 murid dan para pelatih sehingga ke depan, program ini bisa dikembangkan dan melatih lebih banyak orang.
 
"Kami ingin mengembangkan program ini dengan pendekatan melatih sang pelatih. Para pelatih Indonesia akan diajarkan oleh para ahli dari Jerman sehingga mereka akan bisa mengajarkan generasi berikutnya," kata Chandran.
 
Sayangnya, Chandran tidak menyebutkan besar investasi yang Siemens tanamkan untuk program ini. Namun dia menjelaskan bahwa Siemens telah mengajak pemerintah Indonesia berdiskusi agar program ini bisa terus berlanjut dengan dukungan pemerintah.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif