GTA Online merupakan bagian dari GTA V.
GTA Online merupakan bagian dari GTA V.

Pembuat Kode Cheat GTA Online Kena Denda Rp2,1 Miliar

Teknologi games
Ellavie Ichlasa Amalia • 12 Februari 2019 12:43
Jakarta:Take-Two Interactive, perusahaan induk Rockstar Games, developer Grand Theft Auto V memenangkan kasus pengadilan melawan kreator kode cheat GTA V, "Elusive".
 
Jhonny Perez, pria asal Florida, harus membayar USD150 ribu (Rp2,1 miliar), yang merupakan denda maksimal untuk pelanggaran hak cipta.
 
Dia juga harus membayar USD66.869 (Rp940 juta) sebagai ongkos pengacara karena kode cheat yang dia buat dianggap mengacaukan keadaan dalam game, lapor Fortune.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perez menciptakan Ellusive, sebuah kode cheat yang bisa digunakan gamer untuk mendapatkan uang dalam game yang tak terbatas. Dia menjual kode cheat itu dengan harga sekitar USD10 (Rp140 ribu) sampai USD30 (Rp420 ribu), tergantung paket yang diinginkan.
 
Developer GTA Online menggantungkan diri pada ekonomi dalam game untuk mendapatkan untung. Selain itu, mereka juga harus menyeimbangkan keadaan perekonomian dalam game. Keberadaan Ellusive mengganggu perekonomian tersebut.
 
Publisher Take-Two Interactive menuntut Perez atas tuduhan pelanggaran hak cipta pada 2018. Pada awalnya, mereka berniat untuk menyelesaikan masalah ini tanpa harus membawanya ke pengadilan.
 
Namun, ketika mereka bertanya berapa banyak uang yang Perez dapatkan dengan menjual kode cheat ini, dia tidak menjawab. Akhirnya, perusahaan penerbit game itu memutuskan untuk membawa Perez ke pengadilan, menurut lapor Torrent Freak.
 
"Take-Two tidak tahu berapa besar kerugian finansial kami sejauh ini dan kerugian yang akan kamiterus alami akibat program Perez yang melanggar hak cipta," kata Take-Two dalam dokumen pengadilan.
 
Take-Two menganggap, denda yang dikenakan pada Perez tidak berlebihan. Mereka memperkirakan, kerugian mereka mencapai sekitar USD500 ribu (Rp7 miliar). Selain itu, denda maksimal yang dikenakan pada Perez juga diharapkan akan mencegah orang lain untuk membuat kode cheat.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi