Ilustrasi teknologi cermin berbasis augmented reality di toko ritel fesyen. (YouTube)
Ilustrasi teknologi cermin berbasis augmented reality di toko ritel fesyen. (YouTube)

Cara Microsoft Terjun ke Industri Fesyen

Teknologi microsoft corporate
Cahyandaru Kuncorojati • 28 Oktober 2018 08:32
Jakarta: Di Indonesia baru saja berlangsung perhelatan Jakarta Fashion Week ke-11 yang menyajikan lebih dari 200 karya desainer dan label domestik maupun internasional. Bagaimana apabila perhelatan di tahun depan hadir dengan pengalaman berbasis teknologi digital?
 
Para pelajar di London College of Fashion bekerja sama dengan Microsoft. Di sekolah bergengsi tersebut para calon desainer dan pebisnis fesyen masa depan dituntu untuk mengadopsi teknologi digital ke industri tersebut.
 
"Kami tidak dapat mengabaikan bagaimana digital mempengaruhi kehidupan sehari hari dan mengubah cara desainer, merek dan pengecer berinteraksi dengan konsumen,", ungkap Head of Fashion Innovation Agency, Matthew Drinkwater yang memberikan pelajaran teknologi di sekolah tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada beberapa teknologi yang diajarkan Mathhew untuk mempersiapkan perhelatan New York dan London Fashion Week bulan ini.
 
Pertama teknologi protoripe 3D yang mampu mengurangi limbahpembuatan pakaian. Kedua, mixed dan virtual realities untuk industri ritel dan ketiga adalah teknologi AI atau kecerdasan buatan bagi konsumen.
 
Tiga teknologi yang akan digunakan tersebut seluruhnya sudah disediakan lewat kerja sama dengan Microsoft dengan mengandalkan teknologi Microsoft HoloLens dan Azure dalam teknologi AI, Internet of Things (IoT), dan solusi database yang dituangkan dalam proyek "Future of Fashion Incubator".
 
Di dalamnya ada beberapa teknologi yang berhasil dipadukan dengan dunia fesyen. Misalnya asisten digital tata busana yang bsia memindai busana Anda dengan komputer dan memberikan saran pakaian yang Anda butuhkan serta informasi tempat berbelanja dengan dukungan data dan teknologi Azure Machine Learning.
 
Kelompok The DiDi: Data by Design Project juga mengembangkan teknologi Azure IoT dan chip identifikasi frekuensi radio untuk membantu desainer melacak data pada kinerja garmen atau bahan dalam berbagai kondisi cuaca dan kegiatan untuk membuat pakaian yang lebih tahan lama dan berguna.
 
Atas keberhasilan inovasi yang dipamerkan Matthew mengatakan pihak universitas ingin mengulang program inkubator, yang elemen utamanya termasuk pengalaman langsung dan akses kepada para ahli.
 
"Bekerja langsung dengan Microsoft membuatnya terasa nyata bagi para pelajar. Mereka merasa membuat perubahan terhadap industri ini dan mampu mencari solusi untuk permasalahan kehidupan nyata," tutur Matthew.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif