Red Hat: Open Source Juga untuk Industri Finansial
Red Hat menyebut industri finansial juga dapat memanfaatkan teknologi open source.
Jakarta: Peningkatan popularitas dan pertumbuhan ranah fintech dinilai sebagai salah satu langkah awal yang baik dalam mencapai cita-cita pemerintah terkait dengan inklusi keuangan di Indonesia.

Namun untuk mendukung pemanfaatan fintech demi mengakselerasi pertumbuhan inklusi keuangan, Red Hat menilai industri finansial sebagai industri yang didiami oleh fintech memerlukan dukungan dari teknologi untuk dapat bergerak dengan leluasa, termasuk dengan memanfaatkan teknologi open source.

“Kehadiran fintech tidak hanya menghadirkan manfaat bagi percepatan pertumbuhan inklusi keuangan, juga menimbulkan tantangan bagi perusahaan besar di industri finansial termasuk bank,” ujar Country Manager PT Red Hat Indonesia Rully Moulany.


Sama-sama telah diatur regulasi yang dibentuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), fintech dinilai memiliki keleluasaan lebih baik dalam menghadirkan layanan kepada masyarakat terkait keuangan, jika dibandingkan dengan bank.

Karenanya, Bank disebut Rully perlu bertransformasi untuk dapat memperoleh keleluasaan yang sama, termasuk dengan memanfaatkan teknologi open source. Stigma yang melekat pada open source sebagai platform tidak aman turut dibantah oleh Red Hat.

Menurutnya, Red Hat menawarkan dua versi produk dengan dukungan fungsi yang sama, yaitu versi komunitas dan versi enterprise. Pada versi enterprise, Red Hat menjamin keamanan platform, sebab pelanggan versi ini akan mendapatkan perlindungan dan dukungan penuh dari perusahaannya.

Sementara itu, pada versi komunitas, Red Hat mengaku hanya menyediakan platform yang dapat dikembangkan seluas-luasnya oleh komunitas. Platform Red Hat ini memungkinkan anggota untuk membangun aplikasi mereka di atas platformnya.

Versi Enterprise dengan jaminan keamanan dan dukungan penuh tersebut diakui Red Hat sesuai untuk industri finansial yang sangat ketat dalam hal keamanan. Rully menyebut pelaku industri finansial yang telah menggunakan produknya termasuk Bank BRI dan Bank BTPN.

Namun dengan demikian, dukungan yang dihadirkan Red Hat hanya sebatas platform dan tidak mendukung dan menjamin keamanan aplikasi yang dibangun anggota, sehingga keamanan aplikasi menjadi tanggung jawab kreatornya.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.