Red Hat menyebut industri finansial juga dapat memanfaatkan teknologi open source.
Red Hat menyebut industri finansial juga dapat memanfaatkan teknologi open source.

Red Hat: Open Source Juga untuk Industri Finansial

Teknologi red hat
Lufthi Anggraeni • 21 November 2018 19:34
Jakarta: Peningkatan popularitas dan pertumbuhan ranah fintech dinilai sebagai salah satu langkah awal yang baik dalam mencapai cita-cita pemerintah terkait dengan inklusi keuangan di Indonesia.
 
Namun untuk mendukung pemanfaatan fintech demi mengakselerasi pertumbuhan inklusi keuangan, Red Hat menilai industri finansial sebagai industri yang didiami oleh fintech memerlukan dukungan dari teknologi untuk dapat bergerak dengan leluasa, termasuk dengan memanfaatkan teknologi open source.
 
“Kehadiran fintech tidak hanya menghadirkan manfaat bagi percepatan pertumbuhan inklusi keuangan, juga menimbulkan tantangan bagi perusahaan besar di industri finansial termasuk bank,” ujar Country Manager PT Red Hat Indonesia Rully Moulany.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sama-sama telah diatur regulasi yang dibentuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), fintech dinilai memiliki keleluasaan lebih baik dalam menghadirkan layanan kepada masyarakat terkait keuangan, jika dibandingkan dengan bank.
 
Karenanya, Bank disebut Rully perlu bertransformasi untuk dapat memperoleh keleluasaan yang sama, termasuk dengan memanfaatkan teknologi open source. Stigma yang melekat pada open source sebagai platform tidak aman turut dibantah oleh Red Hat.
 
Menurutnya, Red Hat menawarkan dua versi produk dengan dukungan fungsi yang sama, yaitu versi komunitas dan versi enterprise. Pada versi enterprise, Red Hat menjamin keamanan platform, sebab pelanggan versi ini akan mendapatkan perlindungan dan dukungan penuh dari perusahaannya.
 
Sementara itu, pada versi komunitas, Red Hat mengaku hanya menyediakan platform yang dapat dikembangkan seluas-luasnya oleh komunitas. Platform Red Hat ini memungkinkan anggota untuk membangun aplikasi mereka di atas platformnya.
 
Versi Enterprise dengan jaminan keamanan dan dukungan penuh tersebut diakui Red Hat sesuai untuk industri finansial yang sangat ketat dalam hal keamanan. Rully menyebut pelaku industri finansial yang telah menggunakan produknya termasuk Bank BRI dan Bank BTPN.
 
Namun dengan demikian, dukungan yang dihadirkan Red Hat hanya sebatas platform dan tidak mendukung dan menjamin keamanan aplikasi yang dibangun anggota, sehingga keamanan aplikasi menjadi tanggung jawab kreatornya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif