Microsoft: AI Bisa Bantu Pengembangan Lima Bidang
Ilustrasi.
Jakarta: Indonesia ingin masuk ke dalam daftar 10 negara dengan ekonomi terbesar pada 2030. Salah satu caranya melalui implementasi Industri 4.0, yang merupakan revolusi industri generasi keempat.

Memang, ada kekhawatiran bahwa revolusi yang fokus pada teknologi robotik ini akan menghilangkan banyak pekerjaan di Indonesia. 

Sebelum ini, Menteri Perindustrian telah menepis kekhawatiran itu. Microsoft juga memiliki pendapat yang sama. President Director Microsoft Indonesia, Haris Izmee menyebutkan bahwa salah satu teknologi yang akan berperan penting dalam Industri 4.0 adalah kecerdasan buatan (AI). 


"Tidak dapat dipungkiri bahwa AI akan menghadirkan serangkaian tantangan sosial baru yang perlu dihpadai secara serius dan hati-hati," kata Izmee. "Bagi semua organisasi yang mengembangkan teknologi AI, mereka tidak boleh lupa akan norma dan etika untuk membangun kepercayaan pada pelanggan dan pemangku kepentingan pada AI."

Sebelum ini, ada beberapa tokoh ternama yang mengingatkan masyarakat akan bahaya AI, seperti Elon Musk dan Stephen Hawking. Meskipun begitu, AI juga memberikan kesempatan luas. Menurut Microsoft, AI bisa memiliki peran besar dalam lima hal. 

1. Penyandang disabilitas
Contoh yang Microsoft berikan adalah Seeing AI, aplikasi gratis yang menggunakan AI untuk mengidentifikasi sederetan isyarat visual seperti wajah, emosi dan tulisan tangan. Data itu kemudian diubah ke dalam bentuk audio untuk membantu orang-orang yang memiliki masalah penglihatan. 



2. Dokter
AI juga dipercaya memiliki potensi untuk memajukan industri kesehatan. Di India, Microsoft bekerja sama dengan organisasi nirlaba kesehatan, Apollo Hospitals, untuk mengembangkan jaringan berbasis AI dengan tujuan mengatasi penyakit jantung. 

Bersama Apollo Hospitals, Microsoft mengembangkan beberapa model pembelajaran mesin untuk memprediksi risiko penyakit jantung pada pasien. Selain itu, Ai juga akan membantu dokter untuk membuat rencana pengobatan pada pasien yang terlanjur sudah terkena penyakit jantung. 

3. Petani
AI bisa membantu petani untuk meningkatkan hasil tani mereka. Ini penting karena Asia memiliki populasi terbesar di dunia. Dengan 4,5 miliar penduduk, hampir 60 persen penduduk dunia tinggal di Asia. Angka ini diperkirakan akan naik menjadi 5 miliar orang pada 2030. Jika petani tidak menemukan cara efektif untuk meningkatkan hasil produksinya, maka ini akan menimbulkan masalah. 

Microsoft bekerja sama dengan organisasi nirlaba di India, International Crop Research Institute for Semi-Arid Tropics (ICRISAT) untuk mengembangkan aplikasi AI untuk memberitahu petani tanggal terbaik untuk menabur benih berdasarkan cuaca, tanah dan hal lainnya. 

AI akan menganalisa data rekam jejak cuaca selama 30 tahun ke belakang dan memperhitungkan kadar hujan juga kelembapan tanah melalui data dan model ramalan cuaca secara real-time. Melalui program ini, Microsoft tidak meminta petani untuk membayar biaya pemasangan sensor. 

4. Pendidikan
Micrsoft bekerja sama dengan pemerintah India untuk membuat aplikasi berbasis AI yang berfungsi untuk mendeteksi murid yang paling berisiko keluar dari sekolah berdasarkan performa, gender, demografik sosio-ekonomi, infrastruktur sekolah dan keahlian para guru. 

Setelah itu, pihak sekolah akan bisa membantu murid melalui program dan konseling. Aplikasi ini telah digunakan di lebih dari 10 ribu sekolah di Andhra Pradesh, India, membantu 5 juta murid pada 2017.  

5. Mengurangi emisi karbon
Microsoft menggunakan AI untuk mengatur operasi dan infrastruktur di data center mereka. Mereka menyebutkan, ini membantu mereka untuk mengurangi penggunaan listrik. Layanan cloud mereka 93 persen lebih hemat energi dan mengeluarkan hampir 98 persen lebih sedikit emisi karbon jika dibandingkan dengan data center tradisional. 

Apa efek pengurangan emisi karbon? Emisi karbon adalah satu satu penyebab utama terjadinya perubahan iklim di dunia. Menekan emisi karbon merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah perubahan iklim. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.