Google Hadirkan Dukungan Alat Bantu Pendengaran ke Android

Lufthi Anggraeni 18 Agustus 2018 15:16 WIB
google
Google Hadirkan Dukungan Alat Bantu Pendengaran ke Android
Google berkolaborasi dengan GN Hearing menciptakan alat bantu pendengaran Bluetooth terhubung dengan Android.
Jakarta: Menghadirkan rangkaian fitur aksesibilitas kini kian menjadi fokus utama bagi pengembang software dan aplikasi.

Menurut World Health Organization, sekitar 466 juta masyarakat di dunia menderita kesulitan terkait pendengaran, dan diperkirakan meningkat mencapai 900 juta pada tahun 2050.

Hal ini mendorong teknisi software meenghadirkan perubahan agar produk mereka dapat diakses oleh lebih banyak pengguna.


Hal ini turut mendorong Google untuk mengumumkan rencananya guna menghadirkan alat bantu pendengaran ke sistem operasi Android.

Raksasa internet ini telah bekerja sama dengan produsen alat bantu pendengaran asal Denmark, GN Hearing, untuk menciptakan alat bantu pendengaran Bluetooth dan dengan konsumsi energi rendah untuk smartphone Android.

Alat bantu hasil kolaborasi Google dan GN Hearing ini mengusung nama Audio Streaming for Hearing Aids, atau singkatnya disebut sebagai ASHA, dengan dukungan spesifikasi teknologi baru bernama Bluetooth Low Energy Connection-Oriented Channels.

Teknologi tersebut menghadirkan pengalaman audio dengan latensi rendah namun berkualitas tinggi, dan konsumsi daya baterai rendah. GN Hearing menjadi produsen alat bantu pendengaran pertama yang menggunakan spesifikasi baru tersebut.

Setelah pengumuman kerja sama dengan Google, produsen asal Denmark ini mengungkap bahwa pengguna alat bantu pendengaran model ReSound LiNX Quattro dan Beltone Amaze juga akan mampu memanfaatkan fitur baru tersebut, setelah menerima update melalui OTA.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.