Desain ErgoLift.
Desain ErgoLift.

Apa yang ASUS Incar dari ErgoLift?

Teknologi asus
Cahyandaru Kuncorojati • 18 Januari 2019 17:58
Jakarta: Laptop tidak melulu mengandalkan performa, unsur desain juga memengaruhi pengalaman penggunaan konsumen. Beberapa vendor mencoba menciptakan desain yang menjadi khas dari produk mereka.
 
ASUS mengklaim punya paten desain bernama ErgoLift. Tidak banyak orang yang menyadari desain ini. Menurut mereka, ErgoLift adalah desain engsel yang menghubungkan layar laptop dengan bodi.
 
Apa yang ASUS Incar dari ErgoLift?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Desain ErgoLift membuat engsel laptop berfungsi sebagai kaki laptop saat layar dibuka. Dengan begitu, bagian dasar laptop tidak seluruhnya menyentuh permukaan alas, tapi sedikit tinggi di bagian engsel.
 
Bukan sekadar untuk tampil berbeda, ASUS memiliki alasan untuk menggunakan ErgoLift. Alasan pertama terkait kenyamanan pengguna saat mengetik di laptop ASUS.
 
Posisi bodi yang miring diklaim membuat pengguna bisa meletakkan tangan dengan lebih nyaman saat mengetik. Sudut bukaan layar monitor juga menjadi lebih lebar sehingga pengguna dapat melihat ke arah layar tanpa perlu harus terlalu menunduk.
 
Desain ErgoLift sendiri banyak disematkan ASUS pada laptop tertipis mereka, misalnya seri ZenBook. Mengingat ukuran bodinya yang tipis, perlu dirancang sistem pendingin yang baik karena umumnya bodi tipis menyisakan ruang sedikit untuk sistem pendinginnya.
 
Alasan kedua ASUS menggunakan ErgoLift adalah memberikan ruang untuk aliran udara panas. Sehingga, laptop dengan bodi tipis juga tetap tidak mengalami masalah panas berlebih meskipun digunakan dalam jangka waktu yang lama.
 
Kebanyakan laptop meletakkan speaker di bagian bawah laptop. Di sisi lain, desain ini kerap mengacuhkan fakta bahwa bagian dasar laptop menempel dengan permukaan alas, membuat kualitas audio menurun.
 
Dengan desain ErgoLift, ASUS bisa menyisakan ruang pada bagian bawah laptop, sehingga suara yang dihasilkan laptop tetap terdengar tajam dan jernih.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif