Kurangi Produksi iPhone XR, Saham Apple Turun
iPhone XR adalah ponsel baru Apple dengan harga paling terjangkau.
Jakarta: Apple telah mengurangi produksi untuk iPhone XS dan iPhone XR.

Sebelum ini, para penyuplai Apple memang menyebutkan bahwa mereka menurunkan angka perkiraan penjualan, mengimplikasikan bahwa penjualan tiga iPhone terbaru tidak sebaik harapan. 

Apple tampaknya kesulitan untuk memperkirakan permintaan akan smartphone baru mereka di tengah melambatnya pertumbuhan pasar smartphone dan permintaan yang melemah dari pasar Tiongkok. Perubahan angka produksi ini juga membuat para penyuplai frustrasi, lapor 9to5Mac.


Masih belum diketahui apa masalah Apple, yang tidak hanya menjual iPhone tipe lama tapi juga fokus bisnis layanan untuk menambah pendapatan mereka.

Secara keseluruhan, harga rata-rata iPhone akan kembali naik. Itu artinya, meskipun Apple menjual lebih sedikit iPhone, mereka akan tetap mendapatkan jumlah uang yang sama.

Sayangnya, ketidakpastian pasar ini memiliki dampak yang lebih besar pada para penyuplai. "Pertumbuhan menyelesaikan berbagai masalah. Ketika pertumbuhan melambat, masalah mulai terlihat," kata seorang penyuplai yang tak mau disebutkan namanya.

"Bekerja sama dengan Apple memiliki risiko besar karena mereka sering mengubah janji mereka."

Laporan ini sesuai dengan laporan lain yang menyebutkan bahwa produksi iPhone XR dikurangi hingga sepertiga. Produksi iPHone XS dan XS Max juga dikurangi.

Pada awal bulan ini, harga saham Apple turun 5 persen ketika para penyuplai memberitahukan para investor bahwa angka penjualan iPhone diperkirakan akan lebih rendah dari perkiraan.

Tahun lalu, produksi iPhone X juga dikurangi. Namun, iPhone X justru sukses menjadi ponsel paling populer di dunia. Sayangnya, Apple kini tidak lagi melaporkan jumlah ponsel yang mereka jual pada laporan keuangan.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.