Bapak Android Keluar dari Google karena Pelecehan Seksual?

Ellavie Ichlasa Amalia 26 Oktober 2018 10:48 WIB
google
Bapak Android Keluar dari Google karena Pelecehan Seksual?
Andy Rubin keluar dari Google karena melakukan pelecehan seksual.
Jakarta: Keluarnya Andy Rubin dari Google pada 2014 ternyata penuh masalah. Pria yang sering disebut sebagai "Bapak Android" dan kini menjadi CEO Essential ternyata diminta mengundurkan diri oleh Larry Page. 

Google menyelidiki klaim akan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Rubin. Disebutkan, Rubin memaksa pekerja Google lain untuk melakukan seks oral di hotel pada 2013.

Meskipun Google dikabarkan menemukan bukti dari pelecehan seksual itu -- sampai mereka merasa Rubin harus mengundurkan diri -- mereka masih memberikan pesangon sebesar USD90 juta yang dibayar berkala. USD2 juta terakhir dari perjanjian itu akan dibayarkan pada bulan depan. 


Pada tahap awal penyelidikan pada 2014, Google juga memberikan Rubin "saham bernilai USD150 juta". Keputusan ini memberikan insentif pada Rubin -- yang ketika itu merupakan eksekutif penting di Google -- untuk tetap bertahan di perusahaann setelah dia pindah dari divisi Android untuk fokus pada pengembangan divisi robotik.

Menurut laporan The Verge, masih belum diketahui apakah Page atau komite pemimpin Google lain tahu tentang tuduhan pelecehan seksual itu ketika mereka memberikan saham tersebut. 

Satu hal yang pasti, Google memang tahu bahwa Rubin telah melakukan pelecehan seksual ketika mereka memberikan pesangon pada Rubin. Page juga menawarkan untuk memuji Rubin ketika dia memutuskan untuk keluar.

Setelah kepergian Rubin, Google juga menanamkan investasi di perusahaan modal ventura Rubin, Playground Ventures. Google bahkan membiarkan Rubin untuk menunda pembayaran pinjaman sebesar USD14 juta untuk membeli rumah di pinggir pantai di Jepang. 

CEO Sundar Pichai dan VP of People Operations Eileen Naughton tidak membantah laporan Times. Dalam sebuah surat pada pekerjannya, mereka menjelaskan bahwa artikel itu menyedihkan untuk dibaca.

Mereka juga membahas tentang langkah yang telah mereka ambil untuk membuat semua orang merasa aman saat bekerja, mengatakan Google telah memecat 48 orang atas tuduhan pelecehan seksual dalam dua tahun tanpa memberikan pesangon. 



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.