Sensor pada layar saat ini dinilai tidak berukuran lebih besar dari versi sebelumnya dan diam di tempat, sehingga tidak nyaman saat digunakan. Paten ini menjelaskan terkait pemindai optikal, dengan catatan khusus bahwa pemindai optik ini dapat diaplikasikan untuk ponsel lipat.
Tipe sensor tersebut akan memberikan aplikasi kebebasan lebih baik menyoal posisi dari antarmuka pengguna pada layar sehingga dapat digunakan pada tablet dan perangkat lain.
Sementara itu, salah satu gambar yang disertakan Samsung pada dokumen paten ini menampilkan ponsel dengan desain layar berponi. Sejumlah pihak berpendapat bahwa hal tersebut mengindikasikan peluang Samsung menjual izin penggunaan paten ini pada produsen lain.
Sensor pemindai sidik jari baru ini dilaporkan GSM Arena membutuhkan prosesor rendah daya guna menunggu pengguna menyentuh layar, sementara chipset utama dalam kondisi tidur.
Sensor ini akan memindai jari sebanyak tiga kali, setiap pindaian akan membutuhkan waktu selama sekitar 20-30 menit.
Kecerahan layar juga dapat disesuaikan di antara pemindaian guna meningkatkan akurasi dan ketahanan proses pemindaian. Umumnya kecerahan layar berkisar antara 200 nits hingga 600 nits, sedangkan mode kecerahan tinggi yang dimiliki masing-masing perangkat umumnya mencapai lebih dari 1.000 nits.
Secara keseluruhan, sensor ini membutuhkan waktu sekitar 700 milidetik untuk dapat menyelesaikan proses pemindaian. Hal ini selaras dengan sensor pemindai sidik jari optikal Synaptics.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News