Tidak Blokir Situs, Google Didenda Pemerintah Rusia

Lufthi Anggraeni 27 November 2018 11:45 WIB
google
Tidak Blokir Situs, Google Didenda Pemerintah Rusia
Google terancam didenda karena dianggap melanggar peraturan regulator Rusia akibat situs terlarang.
Jakarta: Google dituduh gagal mematuhi peraturan regulator Rusia, dengan tidak menghapus tautan ke situs yang dilarang di negara tersebut dari hasil penelusuran mesin pencarian miliknya.

Regulator pengawas komunikasi Rusia, Roskomnadzor, mengumumkan bahwa instansinya telah merilis kasus sipil terhadap perusahaan raksasa teknologi ini. Kasus tersebut dapat menjatuhi Google hukuman denda hingga RUB700.000 atau sekitar Rp150,6 juta.

Denda tersebut dijatuhkan karena Google dinilai tidak menghubungkan ke basis data dari situs yang dilarang di Rusia. Denda tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan denda yang dijatuhkan EU kepada Google sebesar USD5 miliar (Rp72,4 triliun), pada kasus anti kompetisi.


Namun, Phone Arena menyebut bahwa pemerintah Rusia tengah mempertimbangkan legislasi baru, dilaporkan akan menjadikan jumlah denda untuk Google tersebut lebih besar.

Sebelumnya, undang-undang sensor yang ketat di Rusia juga mengakibatkan LinkedIn tidak dapat beroperasi di negara tersebut pada tahun lalu.

Sayangnya, badan pengawas internet Moscow dinilai masih belum mampu menegakan sejumlah tuntutannya kepada perusahaan asing yang beroperasi di negara tersebut, setidaknya hingga saat ini.

Apabila proses peresmian peraturan legislasi baru pemerintah Rusia ini berjalan dengan baik, Google diperkirakan akan menerima hukuman denda dalam jumlah lebih besar, hingga satu persen dari pendapatan tahunan mereka di Rusia.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.