Foto: Red Hat
Foto: Red Hat

Red Hat AI Enterprise, Platform Terpadu Dorong Operasional AI

Mohamad Mamduh • 06 Maret 2026 12:05
Ringkasnya gini..
  • Selain itu, versi baru ini juga mendukung penerapan model-model mutakhir seperti Ministral 3 dan DeepSeek-V3.2.
  • Pembaruan ini juga mencakup siklus hidup data-to-model yang terintegrasi dan aman melalui Red Hat AI Python Index baru.
  • AI harus dioperasionalkan sebagai komponen inti pada software stack di enterprise untuk memberikan nilai bisnis yang nyata.
Jakarta: Red Hat mengumumkan peluncuran Red Hat AI Enterprise, sebuah platform kecerdasan buatan (AI) terintegrasi yang dirancang secara khusus untuk menjalankan dan mengelola model, agen, serta aplikasi AI di seluruh lingkungan hybrid cloud.
 
Solusi ini hadir untuk menjembatani kesenjangan yang ada antara infrastruktur AI dan agen yang siap produksi, dengan menyatukan seluruh siklus hidup AI di atas fondasi Red Hat Enterprise Linux dan Red Hat OpenShift yang telah terbukti keunggulannya di industri.
 
Peluncuran platform ini melengkapi portofolio Red Hat AI yang sudah ada, yang mencakup Red Hat AI Inference Server, Red Hat OpenShift AI, dan Red Hat Enterprise Linux AI.

Secara keseluruhan, rangkaian solusi ini menghadirkan stack AI yang komprehensif, mulai dari infrastruktur fisik (metal) hingga agen AI, mengintegrasikan infrastruktur Linux dan Kubernetes di tingkat dasar dengan kemampuan inference dan agentic tingkat lanjut. Tujuannya adalah untuk membantu organisasi beralih dari fase eksperimen AI yang terfragmentasi, menuju fase operasional AI yang terkelola dan otonom.
 
Lanskap AI enterprise saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, bergeser dari sekadar antarmuka chat sederhana menuju alur kerja agentic yang high-density dan otonom, yang secara mendasar membutuhkan integrasi mendalam di seluruh lapisan teknologi.
 
Namun, saat ini banyak organisasi masih menghadapi tantangan dan terjebak di fase percobaan dikarenakan penggunaan tools yang terpisah-pisah (terfragmentasi) dan inkonsistensi pada infrastruktur yang mereka miliki.
 
Red Hat AI Enterprise hadir untuk mengatasi tantangan tersebut dengan menggabungkan siklus hidup model dan aplikasi AI, sehingga tim IT dapat mengelola AI sebagai sistem enterprise yang sudah terstandarisasi, bukan sebagai proyek eksperimental yang berdiri sendiri. Hasilnya, pengiriman AI menjadi lebih andal dan repeatable sebagaimana software enterprise pada umumnya.
 
Sebagai fondasi untuk AI yang siap produksi, Red Hat AI Enterprise menghadirkan sejumlah kemampuan inti, termasuk AI inference berperforma tinggi, tuning dan kustomisasi model, serta penerapan dan pengelolaan agen. Platform ini memiliki fleksibilitas untuk mendukung berbagai model, berbagai jenis hardware, dan beragam lingkungan operasional.
 
Dengan didukung oleh Red Hat OpenShift di intinya, yakni platform aplikasi hybrid cloud berbasis Kubernetes terkemuka, Red Hat AI Enterprise memastikan skalabilitas yang tinggi, operasional yang lebih konsisten, dan keamanan yang lebih kuat, dengan tetap memanfaatkan tools dan framework yang sudah dikenal.
 
Red Hat juga menjalin kerja sama dengan NVIDIA dalam mengembangkan Red Hat AI Factory with NVIDIA, yang menggabungkan Red Hat AI Enterprise dan NVIDIA AI Enterprise untuk mempercepat dan meningkatkan skala produksi AI di lingkungan enterprise.
 
Sejalan dengan peluncuran platform, Red Hat juga memperkenalkan Red Hat AI 3.3, yang membawa berbagai pembaruan dan peningkatan signifikan di seluruh portofolio AI perusahaan, yang berfokus untuk memperluas pilihan model dan meningkatkan optimasi full-stack untuk silicon generasi berikutnya.
 
Fitur dan peningkatan baru tersebut mencakup hadirnya ekosistem model yang lebih luas, seperti versi terkompresi dari Mistral-Large-3, Nemotron-Nano, dan Apertus-8B-Instruct, yang kini tersedia melalui OpenShift AI Catalog.
 
Selain itu, versi baru ini juga mendukung penerapan model-model mutakhir seperti Ministral 3 dan DeepSeek-V3.2 dengan teknik sparse attention, serta menghadirkan berbagai peningkatan multimodal, termasuk peningkatan kecepatan Whisper hingga tiga kali lipat.
 
Peningkatan penting lainnya adalah diperkenalkannya pratinjau teknologi Models-as-a-Service (MaaS), yang memungkinkan tim IT menyediakan akses layanan mandiri ke model yang di-host secara privat melalui API gateway.
 
Dari sisi hardware, dukungan ditingkatkan, termasuk pratinjau teknologi yang mampu menjalankan AI generatif di CPU—dimulai dengan CPU Intel untuk inferensi small language model (SLM) dengan biaya yang lebih efisien—serta dukungan sertifikasi hardware untuk NVIDIA’s Blackwell Ultra dan akselerator AMD MI325X.
 
Pembaruan ini juga mencakup siklus hidup data-to-model yang terintegrasi dan aman melalui Red Hat AI Python Index baru, serta kemampuan observability dan keamanan AI yang komprehensif, terintegrasi dengan pratinjau teknologi NeMo Guardrails. Terakhir, Red Hat AI 3.3 juga menyediakan akses on-demand ke sumber daya GPU melalui pengelolaan cerdas dan pooling akses hardware.
 
Joe Fernandes, vice president dan general manager Unit Bisnis AI Red Hat, menekankan bahwa AI harus dioperasionalkan sebagai komponen inti pada software stack di enterprise untuk memberikan nilai bisnis yang nyata.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA