Sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan GMV sekitar US$99 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai sekitar US$180 miliar pada 2030, Indonesia memiliki momentum untuk membawa ekosistem digitalnya ke tahap berikutnya. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh investasi teknologi, sehingga diperlukan penguatan inovasi, investasi, kapabilitas teknologi, dan kolaborasi untuk menerjemahkan besarnya potensi pasar menjadi nilai ekonomi yang semakin besar di dalam negeri.
“Indonesia saat ini sudah memiliki modal besar untuk ekonomi digital kita nilainya 99 miliar dolar Amerika pada 2025 dengan pertumbuhan 14 persen, ini adalah modal besar kita untuk kemudian leap menuju pertumbuhan 8 persen. Namun demikian kita pahami bahwa kita gak bisa membangun kepercayaan dari investor,” jelas Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dalam konferensi pers Road to Bali Tech Week 2026 di Gedung Komidigi, Jakarta Selasa 13 Oktober 2026.
Bali Tech Week 2026 Sejalan dengan Pilar T3
Meutya menambahkan acara serta topik yang diangkat di BTW 2026 ini sejalan dengan pilar Komdigi, yakni T3 (Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga). Terhubung terkait dengan pembangunan infrastruktur konektivitas.“Ini juga menjadi topik yang nanti kita rasa penting untuk diangkat bahwa Indonesia siap menerima investasi maupun kerjasama dengan banyak pihak dalam kerangka memajukan infrastruktur digitalnya demi mendukung konektivitas,” jelasnya.
Output acara ini diharapkan bisa diejawantahkan menjadi pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Meskipun namanya Bali Tech Week, tapi ujungnya yang disasar adalah bagaimana petani kita bisa empower, bagaimana nelayan kita bisa empower dengan digitalisasi dan juga bagaimana industri kreatif, konten kreator lokal bisa semakin berkarya dengan kemajuan dari industri digital di tanah air. Kemudian yang ketiga adalah terjaga,” imbuhnya.
Hal yang tidak kalah penting adalah pilar Terjaga. Meutya menjelaskan bahwa dalam ekosistem digital semua harus terjaga baik secara keamanan sistem dan juga masyarakat yang menggunakan teknologi.
“Ini juga penting bahwa pada ujungnya semua harus terjaga baik dari sisi cyber security maupun juga dampak terhadap manusianya. Percuma pertumbuhan ekonominya tinggi tapi misalnya masyarakatnya tidak terlindungi dari efek-efek yang memang merusak masyarakat dari ekses negatif digitalisasi,” tegasnya.
Budi Satria Dharma Purba, Direktur Network di Telkom Indonesia menambahkan bahwa acara ini sangat relevan dengan semangat perusahaan yang terus berinovasi mengembangkan infrastruktur digital
“Kami melihat bahwa Bali Tech Group ini menjadi sangat relevan untuk hal ini karena ini adalah platform yang mempertemukan kita semua. Baik dari pemerintah, pelaku usaha, kemudian juga pemerintah teknologi, investor juga yang potensi untuk hadir di sana.
Karena tidak hanya sekedar bertukar ide atau gagasan tapi mungkin juga ada langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan, yang bisa diinisiasi untuk menciptakan solusi untuk memperkuat ekosistem digital yang akhirnya bisa memberikan dampak langsung kepada ekonomi Indonesia,” kata Budi.
Tema Bali Tech Week 2026
Bali Tech Week 2026 mengusung tema “Archipelago Ascending: Advancing Together, Innovate Further”. Berbagai topik menarik akan dibahas, mulai dari AI & Innovation, Digital Infrastructure, Digital Markets, hingga Investment.Ada Apa Saja di Bali Tech Week 2026
Bali Tech Week 2026 juga dijadwalkan menghadirkan sejumlah tokoh pemerintah dan pemimpin industri teknologi global sebagai pembicara, antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Bahlil Lahadalia, Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid, CEO Yandex Kirill Ignatkov, Global Policy Lead Binance Steven McWhirter, dan Chief Information Security Officer Asia Pasifik Mastercard Danny Chan.Selain konferensi utama, BTW 2026 juga menghadirkan 13 event antara lain HUB.ID yang mempertemukan perusahaan rintisan dengan investor, Indonesia Game Developer Exchange (IGDX), AI Impact Summit, AICX 2026 Leadership Forum, Sovereign Tech Summit, Tokocrypto Digital Summit, Digital Economy Policy Forum, dan Bali Capital Circle.
Selain itu juga ada side event untuk para peserta berjejaring.
“Kami siapkan juga social event dimana mereka bisa networking. Di situlah mereka follow up akan terjadi,” jelas Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal (Dirjen) Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Target 5.000 Peserta
Bali Tech Week 2026 ditargetkan menghadirkan lebih dari 5.000 peserta dari 37 negara, termasuk pejabat pemerintah, pembuat kebijakan, investor, pelaku industri teknologi, pendiri perusahaan rintisan (startup), akademisi, dan pemimpin ekosistem inovasi global.“Peserta sampai hari ini yang sudah terdaftar itu 1.785, target kami 4 ribu tapi dengan conference-conference yang lain total pengunjung 5 ribu dari 37 negara termasuk Indonesia,” jelas Edwin.