Nintendo mencatat lonjakan laba operasional 150,5% meski penjualan bersih turun, didukung software Switch, pendapatan IP, dan pengembalian tarif AS.
Nintendo mencatat lonjakan laba operasional 150,5% meski penjualan bersih turun, didukung software Switch, pendapatan IP, dan pengembalian tarif AS.

Laba Operasional Nintendo Melonjak, Padahal Penjualan Turun

Lufthi Anggraeni • 07 Agustus 2026 13:28
Ringkasnya gini..
  • Nintendo mencatat kenaikan laba operasional 150,5% menjadi JPY142,6 miliar meski penjualan bersih mengalami penurunan.
  • Penjualan software, pendapatan IP, dan pengembalian tarif AS menjadi faktor utama pendorong kenaikan laba perusahaan.
  • Nintendo mempertahankan target penjualan 16,5 juta unit Switch 2 untuk tahun fiskal 2027 meski penjualan kuartalan melambat.
Jakarta: Nintendo membukukan lonjakan laba operasional pada kuartal pertama tahun fiskal 2027, meski pendapatan perusahaan mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. 
 
Mengutip GSM Arena, kinerja tersebut didorong oleh penjualan software yang tetap kuat, pendapatan dari bisnis kekayaan intelektual atau intellectual property (IP), serta pengembalian tarif impor dari Amerika Serikat yang memberikan dampak positif terhadap profitabilitas perusahaan. 
 
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, laba operasional Nintendo pada periode April hingga Juni 2026 mencapai JPY142,6 miliar atau sekitar USD904 juta (Rp16,2 triliun), meningkat sekitar 150,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Angka tersebut jauh melampaui ekspektasi analis yang sebelumnya memperkirakan laba operasional sekitar JPY70,3 miliar atau sekitar USD443,9 million (Rp7,9 triliun). Di sisi lain, penjualan bersih justru mengalami penurunan. 
 
Meski demikian, Nintendo berhasil menjaga profitabilitas berkat kombinasi penjualan software yang solid, efisiensi biaya, serta tambahan keuntungan dari pengembalian tarif impor yang sebelumnya dibayarkan perusahaan di Amerika Serikat. 

Software dan Pendapatan IP Jadi Penopang Kinerja

Salah satu faktor utama yang menopang kinerja Nintendo adalah tingginya permintaan terhadap game untuk Nintendo Switch maupun Switch 2. Penjualan software tetap menunjukkan performa positif meskipun laju penjualan hardware tidak sekuat saat peluncuran awal Switch 2.
 
Beberapa judul game terbaru, termasuk Pokemon Pokopia dan Yoshi and the Mysterious Book, memberikan kontribusi terhadap peningkatan penjualan software sepanjang kuartal tersebut. Selain itu, game untuk Nintendo Switch generasi pertama juga masih mencatatkan permintaan cukup tinggi sehingga membantu menjaga pendapatan Nintendo. 
 
Selain bisnis game, Nintendo juga memperoleh peningkatan pendapatan dari lisensi kekayaan intelektual. Kesuksesan film The Super Mario Galaxy Movie turut mendongkrak pendapatan IP Nintendo. Menurut laporan, pendapatan dari segmen tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 
 
Faktor lain yang turut memperkuat laba adalah pengembalian tarif impor dari pemerintah Amerika Serikat. Dana tersebut dicatat sebagai pengurang biaya penjualan sehingga secara langsung meningkatkan laba operasional Nintendo pada kuartal berjalan. Nilai pengembalian tarif diperkirakan mencapai sekitar USD300 juta (Rp5,4 triliun).
 
Laba Operasional Nintendo Melonjak, Padahal Penjualan Turun

Penjualan Switch 2 Melambat, Target Tahunan Tetap Dipertahankan

Kendati laba meningkat signifikan, penjualan perangkat keras Nintendo Switch 2 menunjukkan perlambatan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Sepanjang periode dari bulan April hingga Juni 2026, Nintendo menjual sekitar 3,82 juta unit Switch 2 secara global.
 
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan penjualan pada periode awal peluncuran konsol, namun masih dinilai berada dalam jalur yang sesuai dengan target perusahaan. Hingga saat ini Nintendo tetap mempertahankan proyeksi penjualan 16,5 juta unit Switch 2 untuk keseluruhan tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2027. 
 
Selain itu, perusahaan juga masih menargetkan penjualan 60 juta unit software Switch 2 dan 105 juta unit software Nintendo Switch generasi sebelumnya. Sejumlah analis bahkan menilai target tersebut berpotensi terlampaui apabila momentum penjualan perangkat keras kembali menguat menjelang musim liburan akhir tahun. 
 
Pada kuartal pertama saja, penjualan Switch 2 telah menyumbang lebih dari 20% dari target tahunan Nintendo. 

Tantangan Masih Membayangi

Di balik capaian laba impresif, Nintendo masih menghadapi sejumlah tantangan. Penurunan pendapatan menunjukkan bahwa bisnis perangkat keras belum sepenuhnya pulih setelah tingginya permintaan pada masa awal peluncuran Switch 2.
 
Selain itu, perusahaan juga menghadapi kenaikan harga komponen, terutama memori, berpotensi menekan margin keuntungan pada kuartal-kuartal berikutnya. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Nintendo memilih mempertahankan proyeksi keuangan tahunan tanpa melakukan revisi naik, meskipun hasil kuartal pertama melampaui ekspektasi pasar. 
 
Nintendo juga diperkirakan akan terus mengandalkan peluncuran game eksklusif baru untuk menjaga momentum penjualan software. Beberapa judul besar yang dijadwalkan meluncur dalam beberapa bulan ke depan diharapkan mampu meningkatkan penjualan konsol maupun game menjelang musim belanja akhir tahun. 
 
Secara keseluruhan, hasil kuartal pertama menunjukkan kemampuan Nintendo menjaga profitabilitas di tengah tekanan terhadap penjualan. Kombinasi bisnis software, monetisasi kekayaan intelektual, dan pengelolaan biaya menjadi faktor utama yang membuat Nintendo tetap mencatat pertumbuhan laba operasional signifikan. 
 
Sementara itu, keberhasilan mempertahankan penjualan Switch 2 dan menghadirkan game eksklusif baru akan menjadi kunci bagi Nintendo untuk mencapai target kinerja sepanjang tahun fiskal 2027.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA