Cloudera Evolve 2026 Singapore
Cloudera Evolve 2026 Singapore

Cloudera x NVIDIA Pangkas Biaya Cloud dan Akselerasi Apache Spark

Mohamad Mamduh • 21 Agustus 2026 06:21
Ringkasnya gini..
  • Seiring pesatnya adopsi AI di sektor korporasi, kecepatan penyiapan data sering menjadi tantangan terbesar.
  • Akselerasi GPU native ini menjanjikan peningkatan performa pemrosesan data hingga 4x lipat jika dibandingkan dengan infrastruktur berbasis CPU konvensional.
  • Kapabilitas mutakhir ini pertama kali diperkenalkan dalam ajang EVOLVE Singapore pada 20 Agustus 2026.
Singapura: Dalam ajang Evolve 2026 Singapore, Cloudera mengumumkan kolaborasi bersama NVIDIA, menghadirkan akselerasi GPU native untuk Apache Spark 4.1 di dalam Cloudera Data Engineering, didukung penuh oleh library NVIDIA CUDA-X, cuDF. Langkah ini dirancang khusus untuk menekan biaya komputasi cloud dan mempercepat pipeline data tanpa memerlukan perubahan kode.
 
Integrasi plug-in NVIDIA cuDF ini akan disematkan pada Cloudera Anywhere Cloud yang baru saja diluncurkan. Fitur ini memungkinkan tim data mempercepat workload Spark mereka, baik yang berbasis PySpark maupun SQL, tanpa harus menulis ulang arsitektur kode yang sudah ada. Manfaat utamanya adalah penyusunan data yang siap untuk AI dapat berjalan jauh lebih cepat dengan efisiensi biaya infrastruktur yang signifikan di lingkungan hybrid.
 
Seiring pesatnya adopsi AI di sektor korporasi, kecepatan penyiapan data sering menjadi tantangan terbesar. Proses pemrosesan data berskala besar dengan Apache Spark tradisional kerap memakan waktu berjam-jam, sehingga memperlambat jalannya aplikasi analitik dan membengkakkan biaya operasional cloud. Melalui integrasi GPU langsung dari NVIDIA, organisasi kini bisa memangkas waktu pemrosesan secara drastis tanpa mengubah alur kerja operasional sehari-hari.

Akselerasi GPU native ini menjanjikan peningkatan performa pemrosesan data hingga 4x lipat jika dibandingkan dengan infrastruktur berbasis CPU konvensional. Hebatnya lagi, lompatan performa ini tetap menjaga standar keamanan tinggi dan tata kelola kelas enterprise melalui Cloudera Unified Data Fabric. Dukungan performa ini juga dipastikan konsisten di berbagai ekosistem, mulai dari public cloud, private cloud, sovereign cloud, hingga server on-premises.
 
Tantangan biaya ini ditekankan oleh data dari The Great Re-Architecture Survey milik Cloudera, yang mengungkap bahwa 84% responden mengaku proyek AI telah memicu lonjakan biaya infrastruktur. Dengan mempercepat pipeline Spark, perusahaan bisa menekan pengeluaran tersebut sekaligus mendistribusikan data bersih ke model AI dengan lebih produktif.
 
Chief Product Officer Cloudera, Leo Brunnick, menjelaskan bahwa hambatan utama AI saat ini ada pada kecepatan konversi data mentah menjadi wawasan tepercaya. "Akselerasi Spark di dalam Cloudera Data Engineering hadir untuk meruntuhkan hambatan tersebut dengan tetap menempatkan keamanan sebagai prioritas," ujarnya.
 
Senada dengan hal tersebut, Pat Lee, Vice President Strategic Enterprise Partnerships NVIDIA, menambahkan bahwa menyelaraskan akselerasi dengan cara kerja perusahaan saat ini adalah jalur tercepat menuju adopsi AI. Kolaborasi ini memungkinkan bisnis mengubah data operasional mereka menjadi fondasi kokoh bagi AI secara instan.
 
Kapabilitas mutakhir ini pertama kali diperkenalkan dalam ajang EVOLVE Singapore pada 20 Agustus 2026. Cloudera juga merencanakan demonstrasi teknis lanjutan pada gelaran NVIDIA GTC Berlin dan Evolve New York menjelang akhir tahun ini.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA