Ternus resmi menggantikan Cook sebagai CEO Apple pada tanggal 1 September 2026, sementara Cook beralih ke posisi Executive Chairman. Memasuki sekitar satu bulan pertama masa kepemimpinannya, Ternus mulai menunjukkan pendekatan berbeda dibandingkan dengan pendahulunya.
Jika Cook dikenal memiliki perhatian besar terhadap operasional, keuangan, rantai pasok, penjualan, kebijakan publik, serta hubungan Apple dengan pemerintah, Ternus justru lebih banyak mengarahkan perhatiannya kepada pengembangan perangkat keras.
Perubahan tersebut disebut berkaitan erat dengan nasihat yang diberikan Cook kepada Ternus ketika keduanya membahas proses transisi kepemimpinan Apple.

Tim Cook Minta Ternus Jadi Dirinya Sendiri
Menurut laporan Bloomberg, Ternus pernah bercerita kepada karyawan Apple mengenai percakapannya dengan Cook sebelum pergantian CEO. Ketika itu, Ternus mengaku tidak yakin dirinya siap menggantikan Cook.Ternus mengatakan kepada Cook bahwa dirinya bukanlah sosok seperti Cook. Respons Cook disebut cukup singkat, ia memang mengetahui hal tersebut. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi Ternus agar tidak mencoba menjalankan Apple dengan meniru gaya kepemimpinan Cook.
Sebaliknya, Ternus didorong untuk memanfaatkan keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sendiri sebagai seorang insinyur perangkat keras. Dalam komunikasi dengan karyawan, Ternus menjelaskan fokus barunya dengan mengatakan bahwa dirinya perlu menghabiskan waktu di ranah yang ia rasa paling bisa menambahkan nilai untuk Apple.
Pendekatan tersebut mulai terlihat dari aktivitas Ternus setelah menjabat sebagai CEO. Ia disebut lebih sering berinteraksi dengan tim hardware engineering dan bekerja bersama Chief Hardware Officer Johny Srouji serta pemimpin hardware engineering Tom Marieb.
Ternus juga dilaporkan mengambil peran lebih langsung dalam studio desain Apple. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan produk menjadi salah satu prioritas utama di bawah kepemimpinannya.
Apple Mulai Bergerak Lebih Cepat
Perubahan gaya kepemimpinan Ternus juga sejalan dengan rencana untuk membuat organisasi Apple lebih ramping dan meningkatkan kecepatan pengembangan produk. Laporan sebelumnya menyebut Ternus sedang mempertimbangkan perubahan terhadap pola peluncuran produk Apple.Perusahaan disebut dapat meninggalkan pola tradisional yang berfokus pada gelombang peluncuran besar pada musim semi dan musim gugur, kemudian beralih ke peluncuran produk yang lebih sering sepanjang tahun.
Perubahan tersebut juga berpotensi mengurangi lapisan manajemen di dalam perusahaan. Tujuannya adalah memperpendek jarak antara tim engineering dan jajaran pimpinan sehingga keputusan terkait produk dapat dibuat lebih cepat.
Ternus juga tidak sepenuhnya menangani area bisnis yang selama ini menjadi perhatian utama Cook. Urusan keuangan lebih banyak dipercayakan kepada Chief Financial Officer Kevan Parekh, sedangkan rantai pasok berada di bawah Chief Operating Officer Sabih Khan.
Strategi ini mencerminkan latar belakang Ternus. Sebelum menjadi CEO, ia menghabiskan sekitar 25 tahun di Apple dan dikenal sebagai salah satu figur penting dalam pengembangan perangkat keras perusahaan teknologi tersebut.
Apple menyebut Ternus memiliki pengetahuan teknis yang mendalam serta fokus kuat terhadap pengembangan produk.
Baca Juga :
Update Harga iPhone di Indonesia 5 Oktober 2026
Warisan Besar Tim Cook
Perubahan tersebut bukan berarti Apple meninggalkan model bisnis yang dibangun Cook. Selama lebih dari 15 tahun menjabat sebagai CEO, Cook membawa Apple mengalami ekspansi bisnis yang sangat besar.Apple mencatat kapitalisasi pasar perusahaan meningkat dari sekitar USD350 miliar saat Cook mengambil posisi CEO pada tahun 2011 menjadi sekitar USD4 triliun. Pendapatan tahunan Apple juga meningkat dari USD108 miliar pada tahun fiskal 2025.
Di bawah Cook, Apple juga memperluas bisnis Services hingga menjadi bisnis dengan nilai lebih dari USD100 miliar. Apple turut memperkenalkan kategori produk baru seperti Apple Watch, AirPods, dan Apple Vision Pro, sekaligus mengembangkan ekosistem chip rancangan sendiri melalui Apple silicon.
Namun, tantangan Apple kini berubah. Perusahaan menghadapi kebutuhan untuk menghasilkan inovasi hardware baru sekaligus beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan. Pergeseran fokus menuju engineering dapat menjadi bagian dari upaya Ternus untuk menjawab tantangan tersebut.
Perubahan organisasi itu juga tidak sepenuhnya tanpa konsekuensi. Laporan mengenai restrukturisasi Apple menyebut sejumlah posisi, termasuk beberapa peran manajerial dan engineering, telah terdampak langkah efisiensi.
Apple pada saat yang sama disebut berupaya mencari sumber pendapatan baru dan meningkatkan nilai dari produk yang sudah dimilikinya.
Dampaknya bagi Produk Apple
Bagi konsumen, perubahan kepemimpinan tersebut berpotensi paling terlihat pada produk Apple dalam beberapa tahun mendatang. Dengan CEO berlatar belakang engineering, keputusan mengenai desain, hardware, dan pengembangan produk diperkirakan mendapat perhatian lebih besar.iPhone Duo tercatat menjadi salah satu produk pertama dalam era Ternus. Apple juga dikabarkan tengah mempersiapkan sejumlah produk lain, termasuk perangkat smart home hub, Apple TV baru, dan HomePod mini.
Jika strategi Ternus berjalan sesuai rencana, Apple dapat memasuki periode dengan lebih banyak eksperimen produk dan siklus peluncuran lebih fleksibel. Perubahan tersebut juga dapat membuat Apple lebih responsif terhadap perkembangan pasar dibandingkan dengan pola peluncuran sebelumnya.
Pada akhirnya, nasihat Cook kepada Ternus memiliki makna lebih luas daripada sekadar pergantian gaya kepemimpinan. Cook tidak meminta penerusnya menjadi versi lain dari dirinya. Ia justru mendorong Ternus untuk memimpin berdasarkan kekuatan yang dimilikinya.
Dengan demikian, era Ternus berpotensi akan menjadi fase ketika Apple lebih menonjolkan engineering dan inovasi hardware, sementara fondasi operasional serta bisnis yang dibangun selama era Cook tetap menjadi bagian penting dari perusahaan.