Jakarta: Harga kartu grafis atau GPU Nvidia tengah mengalami kenaikan harga yang cukup fantastis. Tidak hanya pada lini GeForce RTX 50 Series untuk konsumen, GPU workstation Nvidia RTX Pro 6000 Blackwell pun mengalami lonjakan harga hingga ratusan juta rupiah.
Kenaikan ini terjadi akibat ketatnya pasokan memori yang salah satunya didorong oleh tingginya permintaan untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap harga berbagai seri dari GPU Nvidia di pasaran.
Salah satu yang mengalami kenaikan paling menjulang adalah Nvidia RTX Pro 6000 Blackwell Workstation Edition yang kini dibanderol sekitar USD 16.000 atau setara Rp285 juta. Harga tersebut naik sekitar 110% dari harga per-order awal yang berada pada kisaran USD 7.600.
Daftar Harga GPU Nvidia Terbaru
Berikut sejumlah GPU Nvidia dan kisaran harga pada Agustus 2026. Harga dapat berbeda berdasarkan wilayah, merek, varian, distributor, dan ketersediaan stok.
1. Nvidia GeForce RTX 5050GPU ini merupakan salah satu GPU entry-level dalam keluarga RTX 50 Series. Harga jual awal GPU ini pada awalnya berada pada kisaran USD 249. Namun, pada Agustus 2026, harganya naik ke sekitar USD 300.
2. Nvidia GeForce RTX 5070Beralih ke kelas menengah, GPU GeForce RTX 5070 memiliki harga USD 549 pada awal peluncurannya. Kini, harganya dilaporkan berada di sekitar USD 900 atau mengalami kenaikan hampir 65% dari harga rilis.
4. Nvidia GeForce RTX 5090Untuk kelas flagship konsumen, Nvidia memiliki GeForce RTX 5090 yang memiliki harga awal peluncuran sekitar USD 2.000. Harganya menembus USD 4.000 pada Agustus 2026. Artinya, harga yang melonjak ini telah berubah sekitar dua kali lipat dibandingkan harga peluncurannya.
RTX 5090 sendiri ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan performa grafis sangat tinggi, termasuk gaming resolusi tinggi, rendering, produksi konten, dan pekerjaan berbasis AI.
5. Nvidia RTX Pro 6000 BlackwellNah, GPU yang jadi ‘raja’nya dari sisi harga adalah RTX Pro 6000 Blackwell. Berbeda dengan GeForce yang lebih ditujukan untuk konsumen dan gaming, GPU ini merupakan GPU workstation yang dirancang untuk kebutuhan profesional seperti AI, data science, rendering 3D, desain, simulasi, dan produksi video.
Nvidia membekali RTX Pro 6000 ini dengan 96GB GDDR7 ECC, bandwidth memori hingga 1.792 GB/s, serta 24.064 CUDA Cores. GPU ini juga memiliki daya maksimum hingga 600 watt.
Pada awal peluncurannya, Nvidia membanderol dengan harga USD 7.600 dan saat ini pada marketplace-nya tercantum harga USD 13.250 meski produk ini tercatat sedang out of stock. Sementara itu, harga yang terpantau dalam laporan terbaru sudah mencapai USD 16.000 atau sekitar Rp 285 juta. Angka tersebut naik 110% dibandingkan harga pre-order awal.
Apa Penyebab Harga GPU Nvidia Naik?
Salah satu faktor utama dibalik meroketnya harga GPU Nvidia adalah krisis pasokan memori. Permintaan memori saat ini sedang mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan industri AI. GPU yang digunakan untuk kebutuhan AI memerlukan kapasitas dan bandwidth memori yang sangat besar sehingga persaingan terhadap pasokan komponen ikut meningkat.
Dampaknya tidak hanya terasa pada GPU workstation seperti RTX Pro 6000 saja, tapi harga GPU GeForce untuk konsumen juga ikut terdorong naik. Bahkan laporan terbaru menunjukan sejumlah GPU RTX 50 Series mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan di pasar Amerika Serikat.
Dengan kondisi ini, konsumen yang berencana merakit PC perlu memperhatikan harga dan ketersediaan GPU sebelum membeli. Harga yang tercantum saat peluncuran belum tentu mencerminkan harga aktual di pasaran setelah beberapa bulan kemudian.
(Vira Farhatul Maula)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda