Searce merilis laporan State of AI 2025, menyampaikan bahwa AI kian menjadi fokus perusahaan untuk meningkatkan bisnis.
Searce merilis laporan State of AI 2025, menyampaikan bahwa AI kian menjadi fokus perusahaan untuk meningkatkan bisnis.

AI Kian Jadi Fokus Perusahaan untuk Tingkatkan Bisnis

Lufthi Anggraeni • 20 November 2024 11:39
Jakarta: Searce merilis laporan State of AI 2025, survei terhadap 300 eksekutif teknologi senior dai jajaran direksi atau C-Suite termasuk Chief AI Officer, Chief Data & Analytics Officer, Chief Transformation Officer dan Chief Digital Officer.

Responden survei ini berasal dari berbagai organisasi di Amerika Serikat (AS) dan Inggris berpendapatan setidaknya USD500 juta (Rp7,9 triliun). Pada survei ini, Searce mengungkap sebanyak 33 persen perusahaan menyatakan peningkatan pendapatan usaha dan mencari peluang bisnis baru sebagai alasan utama pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

“33 persen responden merasa adopsi AI untuk meningkatkan revenue bisnis mereka, serta melihat adanya peluang baru. Perusahaan berlomba-lomba meningkatkan pendapatan usaha mereka dengan inovasi produk baru,” ujar Country Director Searce Indonesia Benedikta Satya.

Laporan ini juga menyampaikan GenAI tetap menjadi inisiatif utama bagi organisasi saat ini, dengan 70 persen responden mengatakan bahwa mereka memiliki setidaknya tiga proyek bisnis yang menggunakan  GenAI dalam produksi.

Sebesar 68 persen responden memanfaatkan teknologi generatif AI pada layanan pelanggan, sedangkan 60 persen responden memanfaatkannya untuk penelitian internal, dan 35 persen untuk pembuatan konten.

Hasil survei ini juga menyebut bahwa 23 persen responden mengadopsi AI untuk mengotomatisasi bisnis guna melakukan penghematan atau efisiensi operasional perusahaan. Kendati responden berasal dari AS dan Inggris, Benedikta menegaskan hasil survei ini tidak jauh berbeda dengan pandangan perusahaan di Indonesia.

Selain itu, Searce juga menilai adopsi AI di Indonesia terus meningkat karena banyak perusahaan sadar bahwa AI dapat mendorong inovasi dan efisiensi bisnis. Namun banyak juga organisasi yang masih mengalami kesulitan mengadopsi AI dengan cara relevan untuk mencapai hasil bisnis maksimal.

Laporan Searce ini turut memaparkan sejumlah temuan seperti tingkat keberhasilan AI masih sering kali tidak sepenuhnya optimal. Sebanyak 51 persen responden mengatakan bahwa inisiatif AI mereka sangat berhasil, dan 42 persen mengatakan agak berhasil.

Selain itu, sebanyak 61 persen responden menyatakan bahwa mereka sangat setuju bahwa organisasi mereka memandang AI sebagai prioritas utama. Sementara itu, seperempat responden berpendapat bahwa organisasi mereka akan meningkatkan investasi di bidang AI.

Seperempat responden tersebut mengklaim akan meningkatkan investasi hingga lebih dari 50 persen pada tahun 2024 dan tahun-tahun mendatang, sementara itu hanya delapan persen responden mengatakan mereka akan meningkatkan investasi hingga 100 persen atau lebih.

Penelitian tahun ini juga menyampaikan hambatan utama bagi organisasi yang ingin mengadopsi AI. penelitian ini mencantumkan tiga hambatan terbesar yang disebutkan oleh responden, yaitu privasi data sebesar 45 persen, diikuti oleh penggunaan teknologi lama sebesar 40 persen, serta kurangnya sumber daya yang berkualitas sebesar 40 persen.

Searce menyebut setiap bisnis memiliki tantangan berbeda, dan penting bagi organisasi untuk menemukan mitra yang dapat membantu mereka mengidentifikasi dan memberikan konsultasi untuk berinovasi.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA