Obama Tegaskan Dukungan Terhadap Netralitas Internet

Teknologi internet intrusive advertising netralitas internet
Insaf Albert Tarigan • 11 November 2014 12:29
medcom.id: Presiden Amerika Serikat Barack Obama menegaskan dukungannya terhadap netralitas internet atau net neutrality, Senin 10 November. Sejak awal tahun, netralitas internet menjadi perdebatan hangat di negara itu seiring dengan menguatnya persaingan di antara perusahaan raksasa teknologi.
 
Sebagai informasi, netralitas internet berarti mengklasifikasikan internet sebagai sumber daya umum yang menguasai hajat hidup orang banyak. Karena itu, pengaturannya disamakan dengan sumber daya umum lain, seperti air, listrik, jalan raya dan lain-lain.
 
Dengan demikian, perusahaan penyedia jasa internet (ISP) harus bersikap netral, tidak boleh membuat kebijakan yang menguntungkan salah satu pihak, misalnya, bandwith ke situs tertentu dibuat lebih cepat dengan imbalan uang, atau memblokir akses ke situs tertentu, meskipun isinya legal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pernyataan resminya, Obama memerintahkan Komisi Komunikasi Federal (FCC) untuk melindungi netralitas internet
 
"Saya meminta FCC untuk mengakui bahwa bagi sebagian besar rakyat Amerika, internet telah menjadi bagian penting dalam komunikasi dan kehidupan sehari-hari," katanya.
 
Perdebatan mengenai netralitas internet di AS memanas sejak Januari lalu sesudah pengadilan D.C Circuit Court membatalkan regulasi FCC mengenai "net neutrality" atau "open internet". Pembatalan itu bukan karena pengadilan tak setuju pada prinsip netralitas internet, melainkan kekeliruan FCC mengklasifikasikan operator telekomunikasi sebagai "information services". Menurut pengadilan, operator seharusnya digolongkan sebagai "telecommunications services."
 
FCC membuat regulasi netralitas internet untuk mencegah operator broadband seperti Comcast, mengenakan biaya kepada situs semacam Netflix atau Hulu jika ingin akses ke situs mereka lebih cepat. Regulasi ini juga mencegah operator telekomunikasi untuk memblokir layanan pesaingnya, seperti Skype.
 
Dalam pidatonya tadi malam, Obama meminta FCC untuk mengklasifikasikan ulang layanan internet sebagai utilitas, seperti air, menggunakan Undang-Undang Telekomunikasi atau Title II  atau Telecommunications Act. Konsekuensinya, operator telekomunikasi hanya bertugas untuk menyediakan sarana dan prasarana, sementara pemanfaatannya diserahkan kepada perusahaan lain atau publik. Dengan kata lain, operator kehilangan kendali atas apa yang mereka jual.
 

Untuk menjaga netralitas internet, Obama meminta FCC menegakkan beberapa prinsip terhadap ISP, termasuk:
  • Dilarang memblokir situs yang legal
  • Dilarang mempercepat atau memperlambat akses ke situs tertentu
  • Meningkatkan transparansi antara ISP dan pengguna
  • Tidak boleh membuat prioritas berbayar, ini untuk mencegah perusahaan raksasa membayar ISP agar akses ke situs mereka lebih cepat.

Pelajaran untuk Indonesia
Kebijakan netralitas internet di Amerika Serikat menarik untuk dicermati dan membandingkannya dengan situasi di dalam negeri. Hal ini terkait dengan pemblokiran situs-situs tertentu, seperti Vimeo, oleh ISP berdasarkan permintaan pemerintah. Padahal, banyak konsumen menganggap pemblokiran itu tidak tepat sasaran.
 
Netralitas internet juga mengingatkan kita pada kasus intrusive ads oleh Telkomsel dan XL. Apakah kedua operator itu berhak memanfaatkan jaringan internet yang mereka sediakan dengan cara seperti itu?

 
(ABE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif