Samsung Galaxy Note 9 Mungkin Tepati Janji di 9 Agustus

Cahyandaru Kuncorojati 27 Juni 2018 11:04 WIB
Samsung Galaxy Note 9 Mungkin Tepati Janji di 9 Agustus
Desain Samsung Galaxy Note 8 disebut masih akan hadir di Samsung Galaxy Note 9.
Jakarta: Dalam acara tahunan bertajuk "Unpacked" yang digelar Samsung di New York, Amerika Serikat, pada bulan Juni lalu pihak Samsung sempat menuturkan berencana membaawa Samsung Galaxy Note 9 lebih cepat, menyusul Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S9+.

Saat itu beredar informasi juga dari orang dalam perusahaan Samsung yang kabarnya akan merilis Samsung Galaxy Note 9 pada tanggal 9 Agustus. Kini kuat kabar bahwa rencana itu mungkin saja benar ditepati oleh Samsung, berkat informasi dari badan FCC atau sertifikasi perangkat telekomunikasi Amerika Serikat.

Dikutip dari Phone Arena, sebuah perangkat buatan Samsung dengan kode SM-N960F telah menerima sertifikasi yang diduga kuat merupakan Samsung Galaxy Note 9, berkaca dari sertifikasi Samsung Galaxy Note 8 bulan Juli tahun lalu di FCC dengan kode nama SM-N950.

Data dokumen FCC juga menyebutkan bahwa perangkat SM-N960F juga menggunakan stylus yang memperkuat dugaan perangkat ini adalah Samsung Galaxy Note 9. Sayangnya, tidak ada informasi lebih lengkap mengenai spesifikasi yang dibawanya meskipun sudah banyak rumor beredar tentang spesifikasinya.



Walaupun pengumuman mengenai sertifikasi yang diterima perangkat SM-N960F telah dirilis FCC pada 25 Juni 2018 kemarin, informasi lain menyebutkan bahwa FCC telah menerima perangkatnya di bulan April yang kemungkinan adalah perangkat versi hampir final yang disiapkan ke pasar.

Sebagai tambahan, atau dua kode yang mengacu ke Samsung Galaxy Note 9 di FCC, yakni SM-N960F dan SM-N960X. Kemugkinan kedua versi ini memiliki perbedaan pada fitur Dual SIM yakni produk yang akan dipasarkan ke Asia.

Tidak diketahui apakah kedua varian model Samsung Galaxy Note 9 ini juga akan hadir dengan prosesor yang berbeda.

Sebelumnya diberitakan bahwa Samsung Galaxy Note 9 mengusung Qualcomm Snapdragon 845. Biasanya perangkat yang masuk ke pasar Asia justru menggunakan prosesor Exynos buatan Samsung.

(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.