Strategi Red Hat untuk Asia Pasifik
Stronger Together, tema Red Hat Partner Conference 2018
Bali: Dalam Partner Conference APAC 2018, Red Hat mengumumkan sejumlah strategi yang telah mereka jalankan dan akan mereka terapkan untuk tahun ini.

Dalam sambutan dan konferensi pers terbatas, Josep Garcia, Vice President, Asia Pacific Partners & Alliances, Red Hat menyebutkan wilayah Asia Pasifik menjadi salah satu pasar yang perkembangannya paling cepat.

Setidaknya ada dua alasan Red Hat akan lebih serius di pasar Asia Pasifik. Pertama adalah open source yang terus mendorong inovasi. “Kami melihat inovasi dalam open source adalah hal yang tak terhindarkan, dan adopsinya cukup cepat,” kata Josep.


“Ketimbang menciptakan dari awal, open source hanya memerlukan pengembangan dari yang sudah ada.”

Alasan kedua adalah perusahaan di Asia Pasifik memerlukan penyedia solusi yang bisa dipercaya untuk mengelola sistem mereka. Ini biasanya berhubungan dengan efisiensi anggaran.

Beberapa perusahaan sudah menyadari bahwa daripada menyediakan infrastruktur secara mandiri, total pembiayaan kepemilikan bisa dikurangi dengan menggandeng perusahaan lain.

“Satu perusahaan bisa saja menciptakan sistem mereka sendiri, tetapi secara biaya, lebih bijak dan efisien menggendeng penyedia yang sudah ada.”

Sebagai langkah awal, Red Hat telah menggandeng beberapa perusahaan besar di wilayah Asia Pasifik, seperti Fujitsu, Deloitte, dan NTT Data. Kerja sama ini melibatkan penerapan digitalisasi dalam menyediakan layanan untuk pelanggan, di saat yang sama meningkatkan kemampuan dalam menciptakan peluang bisnis baru.

Strategi berikutnya yang diambil adalah sesuai dengan tema Partner Conference, yaitu Stronger Together.

Red Hat menyatakan akan merangkul pelanggan dan partner mereka lebih erat, dan terbuka dengan berbagai masukan, dan memberikan rekomendasi terbaik untuk menyediakan layanan yang tepat. Layanan tersebut pastinya berbasis open source dan menawarkan kemudahan integrasi antar sistem.

“Kami punya tim teknisi yang akan memperbaiki kelemahan dan kekurangan yang ditemukan, sementara partner bisa lebih fokus untuk mbmerikan pengalaman yang lebih baik untuk pelanggan mereka,” kata Phil Andrews, VP, Enterprise Sales and Strategic Business Development, Red Hat.

Pernyataannya ini mengacu kepada perusahaan yang sedang dalam penerapan transformasi digital, agar perhatian mereka terhadap konsumen tidak berkurang karena sibuk bertransformasi.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.