Pendiri Microsoft dan Google Siapkan Dana Demi Cari Vaksin Flu Universal

Ellavie Ichlasa Amalia 30 April 2018 11:00 WIB
googlemicrosoft
Pendiri Microsoft dan Google Siapkan Dana Demi Cari Vaksin Flu Universal
Bill Gates dan Larry Page akan menyiapkan dana untuk membantu para peneliti mencari vaksin flu universal. (AFP PHOTO / ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
Jakarta: Dua nama besar di dunia teknologi bekerja sama mengembangkan vaksin flu universal.

Salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates dan salah satu pendiri Google, Larry Page telah berjanji memberikan USD12 juta (Rp166,3 miliar) untuk para peneliti yang sedang mengembangkan vaksin flu universal. 

Uang tersebut akan dibagi menjadi USD2 juta (Rp27,7 miliar) per proyek riset dan akan diberikan dalam waktu dua tahun dengan harapan para peneliti akan menggunakannya untuk mengumpulkan data untuk vaksin flu dari subjek binatang.


Setelah itu, para peneliti yang memiliki proyek paling menjanjikan akan bisa mendaftarkan diri untuk mendapatkan dana ekstra sebesar USD10 juta (Rp138,6 miliar) agar risetnya bisa diuji ke manusia, lapor Digital Trends

"Kami rasa, vaksin flu universal tidak hanya menghilangkan risiko terjadinya pandemi tapi juga akan membawa banyak keuntungan dalam dunia kesehatan," kata Gates pada STAT News

Gates and Page berkata, mereka tertarik untuk mendanai proyek yang memiliki dampak besar dan bukannya sekadar perbaikan dari pengobatan yang ada saat ini.

Para peneliti harus bekerja cepat jika mereka ingin mendapatkan pendanaan ini. Bill and Melinda Gates Foundation berkata bahwa untuk mendapatkan pendanaan ini, peneliti harus memastikan penelitian mereka siap untuk diuji ke manusia pada 2021. 

USD12 juta kemungkinan tidak akan cukup untuk mengembangkan vaksin flu ini, mengingat perkiraan uang yang diperlukan untuk membuat vaksin tersebut mencapai USD1 miliar (Rp13,9 triliun).

Meskipun begitu, Gates berkata, pendanaan ini hanyalah permulaan. Para tim yang memiliki penelitian yang menjanjikan akan mendapatkan dana ekstra. 



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.