Tren Mining Memudar, Kartu Grafis tak Lagi Langka
Ilustrasi. (CryptosRU)
Jakarta: Masih hangat di ingatan bahwa pasar kartu grafis atau yang dikenal juga sebagai GPU menjadi meroket harganya, serta langka akibat tren mining uang kripto yang membuat kalangan gamer yang juga mengandalkan komponen kartu grafis menjadi tidak kebagian.

Baru ini firma riset industri Jon Peddie Research (JPR) merilis laporan kuartal Q1 2018 Market Watch untuk pasar kartu grafis. Secara garis besar JPR menyatakan bahwa tren mining masih eksis di pasar kartu grafis PCm tapi trennya semakin memudar.

JPR mencatat bahwa jumlah total pengapalan kartu grafis untuk tahun-ke-tahun mulai meningkat sebesar 3,4 persen dengan rincian desktop graphic meningkat 14 persen, sementara untuk perangkat notebook berkurang 3 persen.


Untuk market share sendiri JPR masih menemukan bahwa kuartal kali ini Intel tetap mendominasi pasar dengan market share sebesar 66,6 persen, lalu NVIDIA di 18,4 persen, dan terakhir adalah AMD 14,9 persen.



Apabila membandingkan kuartal sebelumnya, hanya AMD yang mengalami peningkatan, sedangkan NVIDIA dan Intel mengalami penurunan. Kuartal sebelumnya, AMD hanya 14,2 persen. sedangkan Intel hanya 67,4 persen dan NVIDIA 18,4 persen.



JPR menilai bahwa peningkatan market share AMD didorong oleh produk-produknya untuk kebutuhan workstation dan tren mining uang kripto. Pada awal 2018 pihak AMD memang sempat menyatakan bahwa mereka mendukung tren uang kripto dan berusaha menyediakan produk sebanyak mungkin ke pasar.

Dalam laporan yang driilis JPR disebutkan bahwa sebanyak lebih dari tiga juta kartu grafis add-in board terjual ke pelaku cryptomining dengan nilai mencapai USD776 juta atau setara Rp10,9 triliun untuk tahun 2017, dan di kuartal pertama tahun ini sudah terjual senilai 1,7 juta unit.



"Kami yakin bahwa pasar kartu grafis all-in boards sudah mulai jenuh dan pelaku cryptomining telah menemukan produk yang cocok untuk mereka. Kalangan gamer yang sebelumnya menahan diri untuk tidak membeli kartu grafis akibat harga yang melonjak sekarang mulai melihat bahwa suplai produk tidak lagi langka sehingga harganya juga ikut menurun,"jelas penyataan pihak JPR.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.