Red Hat mengumumkan versi terbaru dari platform Kubernetes, Red Hat OpenShift 4.5.
Red Hat mengumumkan versi terbaru dari platform Kubernetes, Red Hat OpenShift 4.5.

Red Hat Umumkan Ketersediaan Red Hat OpenShift 4.5

Teknologi teknologi
Lufthi Anggraeni • 25 September 2020 15:00
Jakarta: Red Hat mengumumkan ketersediaan Red Hat OpenShift 4.5, versi terbaru dari platform Kubernetes. Red Hat OpenShift 4.5 ini juga mencakup OpenShift Virtualization, diklaim dirancang untuk membantu perusahaan atau organisasi mengatasi hambatan aplikasi antara infrastruktur dan cloud-native.
 
Selain itu, versi terbaru platform Kubernetes ini juga diklaim mampu memperluas kendali pengguna atas sumber daya yang terdistribusi. Dan menurut laporan Gartner, pada tahun 2022, lebih dari 75 persen perusahaan global akan menjalankan aplikasi berbasis container dalam proses produksi mereka.
 
Laporan Gartner merupakan peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2019, disebut masih sebanyak 30 persen. Selain itu, laporan ini turut mengindikasikan bahwa meski aplikasi sepenuhnya berbasis cloud atau cloud-native merupakan masa depan inovasi bisnis, masih banyak perusahaan yang berinvestasi besar pada aplikasi bisnis sebagai virtual machine (VM) tradisional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Red Hat OpenShift yang mencakup OpenShift Virtualization, merupakan fitur baru yang memungkinkan organisasi TU memindahkan beban kerja VM standar ke Kubernetes.
 
Dengan demikian, hal ini dapat menghilangkan sekat atau SILO pada alur kerja dan pengembangan yang umum terjadi antara jajaran aplikasi (application stack) dan cloud-native.
 
OpenShift Virtualization berdasarkan proyek open source KubeVirt, memungkinkan organisasi untuk mengembangkan, menjalankan dan mengelola aplikasi yang terdiri VM, container, dan fungsi tanpa server atau serverless.
 
Dengan membawa aplikasi baru dan lama ke arsitektur yang sama, OpenShift Virtualization menyuguhkan pengalaman pengembangan konsisten dan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menciptakan inovasi lebih cepat.
 
Setelah VM dimigrasikan dan dikelola oleh Red Hat OpenShift, VM akan dipertahankan sebagai mesin virtual. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengembangkan dan meluncurkan aplikasi hibrida yang dibangun melalui container dan VM, untuk dijalankan secara berdampingan di platform yang sama.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif