Inisiatif regional bertajuk Google for Startups Accelerator: Southeast Asia ini dirancang khusus untuk mempercepat pertumbuhan startup AI di kawasan tersebut sekaligus memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai pusat solusi AI terpercaya yang mampu memberikan dampak nyata bagi ekonomi dan masyarakat.
Program ini melanjutkan kesuksesan inisiatif Google sejak tahun 2018 yang telah berhasil membantu lebih dari 200 startup tahap awal memperoleh pendanaan senilai total USD6,6 miliar dan menciptakan ribuan lapangan kerja baru di kawasan ini.
Dalam program terbarunya, Google Cloud membuka pendaftaran bagi 25 startup terpilih mulai dari tahap Seed hingga Series B dari enam negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Para pendiri startup akan mendapatkan kesempatan eksklusif untuk mengikuti residensi intensif secara langsung di pusat teknologi global seperti Mountain View dan San Francisco, California.
Selama masa residensi tersebut, mereka dapat berinteraksi langsung dengan jaringan modal ventura ternama di Sand Hill Road dan Palo Alto guna menyempurnakan produk mereka sesuai dengan standar pasar internasional serta membangun koneksi strategis untuk ekspansi global.
Dukungan yang diberikan mencakup akses ke teknologi AI mutakhir milik Google Cloud, seperti unit pemrosesan tensor (TPU), Agentic Data Cloud, serta akses awal ke model generasi terbaru termasuk Gemini 3.5.
Selain dukungan infrastruktur senilai hingga USD350.000 dalam bentuk kredit cloud, para peserta juga akan mendapatkan pendampingan engineering yang intensif dari para ahli teknis di pusat engineering Google Cloud dan laboratorium riset AI Google DeepMind di Singapura. Pelatihan teknis lanjutan di bidang agentic coding, LLMOps, hingga orkestrasi sistem multi-agent juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kapabilitas teknis para pengembang startup.
Veronica Utami, Country Director Google Indonesia menekankan bahwa program ini bertujuan menghubungkan lebih banyak pendiri lokal dengan sumber daya kelas dunia agar mereka dapat mengembangkan solusi AI yang relevan bagi masyarakat Indonesia. Contoh keberhasilan startup lokal seperti Analitica, DayaTani, dan Nexmedis telah membuktikan bahwa AI dapat memberikan manfaat besar di sektor pendidikan, pertanian, dan kesehatan.
Senada dengan hal itu, Edwin Hidayat Abdullah dari Komdigi menyatakan bahwa penguatan ekosistem AI adalah langkah krusial dalam mempercepat transformasi digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini akan dimulai pada Agustus 2026, dan dilaksanakan tanpa pengambilan ekuitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News