Kaspersky
Kaspersky

5 Alasan Keamanan Aplikasi Seluler Tak Bisa Lagi Dianggap Sepele

Mohamad Mamduh • 05 Oktober 2026 17:20
Ringkasnya gini..
  • Penggunaan aplikasi seluler di Indonesia yang semakin luas membuat perlindungan keamanan menjadi kebutuhan penting.
  • Ancaman seperti malware, Wi-Fi publik, RAT, kerentanan browser, dan phishing berbasis AI perlu diantisipasi pengembang.
  • Kaspersky Mobile Security SDK menawarkan perlindungan berlapis yang dapat ditanamkan langsung ke dalam aplikasi.
Jakarta: Penggunaan perangkat seluler yang semakin luas membuat aplikasi mobile menjadi bagian penting dari berbagai aktivitas masyarakat Indonesia. Layanan perbankan, belanja online, transportasi, kesehatan, hingga pemerintahan kini banyak mengandalkan aplikasi untuk memberikan akses yang cepat dan praktis kepada pengguna.
 
Namun, meningkatnya ketergantungan tersebut juga membuat aplikasi seluler semakin menarik bagi pelaku kejahatan siber. Ketika ponsel digunakan untuk menyimpan data pribadi, melakukan transaksi keuangan, dan mengakses berbagai layanan penting, celah keamanan pada perangkat maupun aplikasi dapat menimbulkan risiko yang lebih besar.
 
 

Ancaman Keamanan yang Perlu Diantisipasi Pengembang

 
Kebutuhan terhadap perlindungan aplikasi semakin penting seiring pertumbuhan penggunaan perangkat seluler di Indonesia. DataReportal mencatat terdapat 356 juta koneksi seluler aktif dan 212 juta pengguna internet di Indonesia pada awal 2025. Angka tersebut menunjukkan betapa besarnya peran teknologi seluler dalam kehidupan digital masyarakat.
 
Di sisi lain, Kaspersky menemukan bahwa serangan yang menyasar pengguna smartphone Android secara global meningkat 29 persen pada paruh pertama 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ancaman terhadap pengguna perangkat mobile juga semakin kompleks karena pelaku kejahatan siber memanfaatkan teknologi dan teknik baru untuk memperoleh akses terhadap informasi korban.
 
Perkembangan tersebut semakin terlihat pada serangan Trojan-Banker. Sepanjang 2025, jumlah serangan Trojan-Banker terhadap smartphone Android meningkat 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah paket instalasi Trojan-Banker baru bahkan mengalami kenaikan hingga 271 persen.
 
Ada sejumlah ancaman yang perlu diperhatikan oleh pengembang aplikasi. Malware menjadi salah satunya karena program berbahaya dapat digunakan untuk mengambil kredensial, mencegat kode OTP, memantau layar, hingga menampilkan halaman login palsu melalui teknik overlay. Jenis spyware modern juga dapat mengakses notifikasi, pesan teks, PIN, pola kunci layar, maupun kode autentikasi dan membagikan aktivitas perangkat secara langsung kepada pelaku.
 
Jaringan Wi-Fi publik juga dapat menjadi celah keamanan. Ketika perangkat terhubung ke jaringan yang tidak aman, pihak lain dalam jaringan tersebut berpotensi mencoba menyadap komunikasi antara aplikasi dan server. Kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk memperoleh akses terhadap data maupun akun pengguna.
 
Ancaman lainnya berasal dari Remote Access Tools atau RAT yang memungkinkan pelaku mengendalikan perangkat korban dari jarak jauh. Program semacam ini dapat memberikan kendali terhadap perangkat yang telah terinfeksi sehingga aplikasi yang sebenarnya aman berpotensi disalahgunakan.
 
Pengembang juga perlu memperhatikan keamanan browser engine, terutama pada aplikasi yang menggunakan komponen web tertanam. Celah pada mesin peramban dapat membuka peluang serangan melalui bagian browser yang digunakan aplikasi. Karena kerentanan baru dapat ditemukan sewaktu-waktu, pembaruan komponen secara berkala menjadi bagian penting dari pemeliharaan keamanan aplikasi.
 
Selain itu, perkembangan kecerdasan buatan turut menghadirkan bentuk ancaman baru melalui phishing berbasis AI. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat situs atau pesan penipuan yang lebih meyakinkan dengan tujuan mencuri kredensial pengguna. Tautan berbahaya dapat disebarkan melalui email, aplikasi pesan, maupun SMS sehingga berpotensi merusak kepercayaan pengguna terhadap layanan digital.
 
Choon Hong Chee, Head of Consumer Channel untuk Asia Pasifik di Kaspersky, mengatakan aplikasi seluler kini menjadi salah satu titik interaksi utama antara perusahaan dan konsumen di kawasan Asia Pasifik. Menurutnya, keamanan perlu ditempatkan sebagai bagian mendasar dari pengalaman pengguna karena aplikasi semakin sering dipercaya untuk menangani informasi pribadi dan keuangan. Penerapan keamanan sejak awal juga dapat membantu organisasi mengurangi risiko penipuan sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan dan reputasi merek.
 
 

Kaspersky Tawarkan Perlindungan Berlapis

 
Menghadapi ancaman yang semakin berkembang, Kaspersky memanfaatkan kecerdasan buatan dan machine learning sebagai bagian dari teknologi pertahanannya. Pendekatan tersebut digunakan untuk membantu sistem keamanan mengenali pola ancaman yang terus berubah sekaligus menghadapi serangan baru melalui Kaspersky Mobile Security SDK atau KMS SDK.
 
KMS SDK menggabungkan sejumlah teknologi deteksi, termasuk metode heuristik dan machine learning, untuk membantu menemukan serta memblokir malware mobile maupun ancaman yang lebih kompleks. Teknologi tersebut juga terhubung dengan Kaspersky Security Network atau KSN, yaitu infrastruktur terdistribusi yang mengolah data keamanan siber dari jutaan peserta sukarela di berbagai negara untuk menghasilkan informasi intelijen keamanan.
 
Perlindungan yang diberikan mencakup beberapa aspek dalam ekosistem aplikasi mobile. Sistemnya dapat membantu memeriksa kondisi perangkat dengan mengenali pengaturan yang berisiko, perangkat yang telah di-root, serta aplikasi yang mencurigakan. Perlindungan anti-malware juga tersedia melalui pemindaian sesuai permintaan dan pemantauan secara real-time.
 
Pada sisi koneksi, KMS SDK menyediakan sejumlah mekanisme untuk membantu mengamankan komunikasi jaringan, termasuk pemeriksaan DNS, validasi sertifikat, analisis keamanan Wi-Fi, dan penyaringan web. Sementara itu, informasi sensitif pengguna dapat dilindungi melalui kemampuan input serta penyimpanan data secara aman untuk mengurangi kemungkinan pencurian kredensial.
 
Perlindungan juga diterapkan langsung pada aplikasi melalui fitur anti-tampering. Mekanisme tersebut mencakup verifikasi tanda tangan, anti-debugging, serta pemeriksaan integritas aplikasi ketika sedang berjalan. Dengan pendekatan tersebut, keamanan tidak hanya berfokus pada perangkat pengguna, tetapi juga mencakup jaringan, data, dan aplikasi itu sendiri.
 
Kaspersky Mobile Security SDK ditujukan untuk berbagai organisasi yang mengoperasikan aplikasi dengan data pelanggan bernilai tinggi. Sektor yang dapat memanfaatkannya mencakup perbankan, fintech, ritel, e-commerce, maskapai penerbangan, perhotelan, transportasi, telekomunikasi, hingga instansi pemerintahan. Solusi ini juga dirancang agar dapat melengkapi sistem keamanan dan anti-penipuan yang sebelumnya telah digunakan oleh organisasi.
 
Pada akhirnya, perkembangan AI membuat kebutuhan terhadap keamanan aplikasi ikut mengalami perubahan. Pengembang tidak lagi hanya dituntut menghadirkan aplikasi yang cepat, praktis, dan pintar, tetapi juga harus memastikan layanan tersebut tetap aman ketika berhadapan dengan ancaman siber yang semakin kompleks.
 
Kondisi tersebut menjadi semakin relevan di Indonesia karena perangkat seluler telah digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Aktivitas seperti mengelola keuangan, berkomunikasi, berbelanja, bepergian, dan mengakses layanan penting kini banyak dilakukan melalui smartphone. Karena itu, keamanan aplikasi memiliki kaitan langsung dengan perlindungan data sekaligus kepercayaan pengguna.
 
Menerapkan keamanan sejak tahap awal pengembangan dapat membantu organisasi mengurangi risiko serangan, menjaga informasi sensitif, dan membangun layanan digital yang lebih kuat. Pendekatan security by design menjadi semakin penting di tengah perkembangan AI agar peningkatan kemudahan dan kecanggihan layanan digital tetap berjalan bersama dengan perlindungan pengguna.
 
Kaspersky sendiri merupakan perusahaan keamanan siber dan privasi digital yang berdiri sejak 1997. Perusahaan tersebut mengembangkan berbagai teknologi untuk melindungi konsumen, perusahaan, infrastruktur penting, dan pemerintahan dari ancaman siber. Kaspersky menyebut teknologinya telah digunakan untuk melindungi lebih dari satu miliar perangkat di seluruh dunia.

(Zalsabila Natasya)


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA