Ilustrasi: Cloudera
Ilustrasi: Cloudera

Perkuat Platform Data Hybrid Pakai Solusi AI Terpadu, Dukungan Sampai 2032

Mohamad Mamduh • 14 April 2026 14:40
Ringkasnya gini..
  • Salah satu keunggulan utama dari pembaruan ini adalah kemampuan interoperabilitas terbuka dan skalabilitas elastis.
  • Selain itu, Cloudera memperkenalkan Lakehouse Optimizer untuk mempercepat performa kueri pada tabel Apache Iceberg secara otomatis.
  • Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, menyoroti relevansi pembaruan ini bagi pasar lokal.
Jakarta: Cloudera mengumumkan peningkatan signifikan pada ekosistem data dan AI miliknya. Langkah ini dirancang untuk menjawab tantangan perusahaan dalam melakukan modernisasi infrastruktur tanpa harus terjebak dalam siklus pembaruan (upgrade) yang disruptif dan mahal.
 
Di tengah pesatnya investasi AI yang diproyeksikan Gartner mencapai USD3,33 triliun pada 2027, banyak organisasi justru terhambat oleh kompleksitas operasional dan biaya infrastruktur yang membengkak.
 
Menanggapi hal ini, Cloudera menghadirkan kepastian operasional dengan memperpanjang dukungan platform hingga 2032. Strategi ini memungkinkan perusahaan fokus pada inovasi analitik bernilai tinggi daripada terus-menerus mengalihkan sumber daya untuk migrasi data yang berisiko.

Salah satu keunggulan utama dari pembaruan ini adalah kemampuan interoperabilitas terbuka dan skalabilitas elastis. Melalui fitur Cloudera Cloud Bursting, organisasi kini dapat meningkatkan kapasitas komputasi secara instan di cloud untuk menangani beban kerja puncak tanpa perlu memindahkan data fisik mereka. Hal ini memastikan efisiensi biaya tanpa mengorbankan keamanan atau tata kelola data.
 
Selain itu, Cloudera memperkenalkan Lakehouse Optimizer untuk mempercepat performa kueri pada tabel Apache Iceberg secara otomatis. Fitur ini meminimalkan upaya manual dalam pengelolaan data sekaligus mengurangi beban penyimpanan.
 
Kemampuan berbagi data juga diperluas, memungkinkan akses aman ke tabel Iceberg di berbagai platform eksternal tanpa perlu penggandaan data, yang sering kali menjadi penyebab utama munculnya silo informasi.
 
Leo Brunnick, Chief Product Officer Cloudera, menekankan bahwa pelanggan saat ini menginginkan kontrol penuh layaknya di pusat data namun dengan fleksibilitas khas cloud.
 
Sementara itu, Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, menyoroti relevansi pembaruan ini bagi pasar lokal. "Kami memberdayakan pelanggan di Indonesia untuk menskalakan beban kerja AI sesuai kebutuhan tanpa perlu memindahkan data mereka," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA