IGTV Sudah Muncul di Instagram, Apa Bedanya?

Lufthi Anggraeni 21 Juni 2018 14:42 WIB
instagram
IGTV Sudah Muncul di Instagram, Apa Bedanya?
IGTV hadir dengan sejumlah perbedaan dengan platform kompetitor, bahkan dengan Instagram Stories.
Jakarta: Resmi dirilis, Instagram menyebut aplikasi layanan distribusi video dalam format vertikal karyanya, IGTV, mengusung perbedaan yang signifikan dengan kompetitor, salah satunya YouTube.

Kehadiran IGTV disebut berkat peningkatan popularitas Stories yang pesat sejak diluncurkan pada tahun 2016 lalu. IGTV hadir dengan tampilan layar penuh format video vertikal serta secara vertikal, sesuai dengan kebiasaan pengguna dalam memegang ponsel.

Hal ini berbeda dengan platform distribusi lainnya yang mengusung format horisontal, sehingga pengguna harus mengubah cara memegang ponsel saat menyaksikan konten.


Selain itu, IGTV juga dapat memutar konten secara otomatis saat pengguna mengakses layanan ini, sehingga tidak perlu menekan tombol Play terlebih dahulu. Selain itu, pengguna juga disebut hanya perlu menggeser jari ke arah atas untuk mencari konten lainnya.

Turut tersedia dalam aplikasi terpisah layaknya Boomerang, IGTV juga terintegrasi di aplikasi Instagram, sehingga pengguna dapat menemukan konten dari akun yang diikuti di platform jejaring sosial ini.

Selain itu, pengguna juga dapat mengirimkan video tertentu ke rekan melalui fitur Direct, serta memberikan likes dan mengomentari video, selayaknya di Instagram. Instagram turut mengungkap perbedaan yang diusung IGTV dengan Instagram Stories.

Sama-sama mengusung format vertikal, IGTV menawarkan pengalaman penjelajahan konten favorit lebih mendalam, dan memungkinkan kreator konten menghadirkan video berdurasi lebih panjang.

Konten yang diunggah ke IGTV memiliki batas waktu tayang, berbeda dengan Stories dengan batas waktu selama 24 jam, sehingga bersifat lebih permanen. Konten tersebut juga hanya dapat menghilang jika dihapus oleh pemilik akun.

Kehadiran IGTV juga diklaim Instagram akan lebih memudahkan merek dan pelaku bisnis menarik perhatian konsumen muda, dan meningkatkan keterkaitan dengan konsumen melalui video berdurasi lebih panjang.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.