Pendapatan HTC Terus Turun
Laporan finansial Q2 2018 HTC menampilkan penurunan pendapatan secara signifikan dibandingkan dengan tahun lalu.
Jakarta: Laporan finansial HTC dari Q2 2018 telah dirilis, menampilkan perolehan pendapatan yang semakin menurun. Laporan ini menyebut bahwa kesepakatan bisnis VR milik HTC dan Google menjadi satu-satunya yang menjaga perusahaan asal Taiwan tersebut bertahan.

Laporan HTC menampilkan bahwa HTC memperoleh pendapatan TWD6,8 miliar atau sekitar USD220 juta (Rp3,3 triliun), menurun sebesar 58 persen jika dibandingkan dengan perolehan pendapatan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kerugian bersih per kuartal HTC dilaporkan sebesar TWD2,09 miliar atau sekitar USD67,8 juta (Rp1,011 triliun), menjadikan kuartal kedua 2018 ini sebagai kuartal kesepuluh berturut-turut bagi HTC dalam mengalami kerugian besar.


Founder dan pemimpin HTC Wang Xuehong baru-baru ini menyatakan bahwa HTC akan lebih terfokus pada pasar teknologi Augmented Reality (AR) atau Virtual Reality (VR). Hal ini berarti bahwa HTC akan menghentikan produksi smartphone untuk menghentikan kerugian yang dialaminya.

Meskipun demikian, produsen ponsel ini juga terus merilis perangkat unggulan, termasuk yang terbaru adalah U12+, meski dinilai tidak berdampak pada pasar, dan dilaporkan berencana untuk meluncurkan perangkat lain yaitu U12 Life.

Sementara itu, Salah satu kontribusi positif untuk HTC dihadirkan oleh headset Virtual Reality Vive, namun industri VR belum cukup populer. Sehingga belum dapat mendorong pangsa pasar perangkatnya di seluruh dunia untuk mencapai 12 persen, agar dapat menghadirkan pendapatan yang sesuai.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.