Babak final Predator League 2019.
Babak final Predator League 2019.

Jadi Manager Tim Esport Profesional, Tugasnya Apa?

Teknologi esport acer predator league 2018
Ellavie Ichlasa Amalia • 27 Januari 2019 10:17
Jakarta:Acer menggelar babak final Predator League Indonesia di Taman Anggrek, Jumat, 25 Januari. Acara ini akan mempertandingkan 8 tim DOTA 2 dan 16 tim PUBG.
 
Aura dan PG.Barracx adalah dua tim dari delapan tim yang lolos ke babak final. Sebagai tim dari gamer profesional, keduanya juga memiliki manager. Ialah Shin, manager tim Aura, dan Ardo, manager PG.Barracx.
 
Shin mengatakan, manager dari setiap tim gamer profesional memiliki tugas berbeda-beda. Bagi Ardo, seorang manager memiliki peran layaknya ayah. "Ketika gamer memiliki masalah pribadi, kita bisa memberikan nasehat," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara Shin mengatakan, sebagai seorang manager, di satu sisi, dia akan menjadi layaknya seorang kakak untuk gamer.
 
"Di sisi lain, kita juga merupakan representatif dari perusahaan. Kita bertemu dengan orang, menghadapi wawancara," ujarnya.
 
Terkait penjadwalan turnamen, Shin mengatakan bahwa tim Aura memiliki asisten manajer yang berfungsi.
 
"Untuk registrasi dan jadwal pertandingan, ada asisten manajer," katanya. "Tapi, aku yang akan menghubungi tim musuh." Ardo menjelaskan, saat turnamen, biasanya para pemain hanya akan fokus pada musuh yang akan mereka hadapi.
 
"Mereka hanya nanya, siapa yang jadi musuh kita," kata Ardo.
 
Jadi Manager Tim Esport Profesional, Tugasnya Apa?
Ardo (kiri) dan Shin (kanan)
 
Satu tugas yang harus dilakukan oleh seorang manager, menurut Shin, adalah menjalin koneksi. Tujuannya adalah untuk memperluas jaringan dan memudahkan tim untuk mendapatkan informasi, terkait turnamen misalnya.
 
"Satu hal yang tidak disadari oleh manager adalah mereka tidak hanya eksklusif untuk tim. Mereka harus turun ke lapangan dan kenalan dengan semua orang," katanya.
 
Shin mengaku sebagai mantan seorang gamer. Namun, itu bukan berarti orang yang ingin menjadi manager dari tim gamer profesional harus merupakan gamer.
 
"Lebih mudah kalau dulunya gamer. Mereka tahu, sebagai player, apa yang mereka mau. Sebagai manager yang mengurus manajemen, apa yang mereka mau," katanya.
 
Menurutnya, manager yang ideal adalah mantan gamer yang juga pernah bekerja di bidang lain sebelum kembali memutuskan untuk bekerja di industri gaming. "Jadi dia bisa menggabungkan passion dan keseriusan bekerja," ujar Shin.
 
Bagi Ardo, masalah terberat yang pernah dia hadapai adalah ketika ada perbedaan pendapat antara pemilik tim profesional dengan para gamer dalam tim.
 
"Terkadang, apa yang diinginkan gamer berbeda dengan apa yang diinginkan pemilik. Jadi, kita harus cari jalan keluar yang sama-sama enak untuk kedua pihak," katanya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif