Huawei memamerkan berrbagai produknya.
Huawei memamerkan berrbagai produknya.

Huawei P30 Series Resmi Dijual

Teknologi huawei
Cahyandaru Kuncorojati • 20 April 2019 18:05
Jakarta: Berlokasi di Mall Taman Anggrek, Jakarta, Huawei secara resmi mengumumkan penjualan Huawei P30 Series, termasuk smartwatch Huawei Watch GT.
 
Seperti yang diketahui bahwa Huawei P30 Series hadir dengan tiga varian produk. Mulai dari seri tertingginya yaitu Huawei P30 Pro kemudian Huawei P30 dan Huawei 30 Lite. Tampaknya, Huawei P30 Pro jadi yang paling laris.
 
Beberapa peserta antrean mengakui memesan Huawei P30 Pro. Pengakuan yang sama juga dari konsumen yang berhasil menjadi pemilik Huawei P30 Pro pertama di Indonesia, bernama Iwan Rosili.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Huawei P30 Series Resmi Dijual
 
"Saya kemarin jam tujuh pulang ke rumah, jam 10 malam balik lagi untuk mengantre. Jadi benar-benar sehari ini belum pulang," ungkap Iwan dengan ekspresi tertawa puas. Iwan mengungkapkan memilih Huawei P30 Pro dibandingkan dua varian P30 Series lainnya karena spesifikasinya yang lebih tinggi.
 
"Iya saya sempat komparasi dulu dan dibandingkan merek lain Huawei P30 Pro di sisi kameranya masih lebih baik," tutur Iwan yang mengaku sebelumnya adalah pengguna iPhone 7 Plus. Iwan baru merasakan kecanggihan kamera Huawei seri P dengan dukungan Leica di seri Huawei P20 Pro.
 
"Kalau dari merek Korea dan merek buah saya ngerasa gak terlalu smooth dan masih ada lag. Soal kamera saya waktu itu pakai Samsung Galaxy S9, kameranya terlalu terang jadi hasil foto gak real," jelas Iwan.
 
Huawei P30 Series Resmi Dijual
 
Sementara dibandingkan iPhone menurut Iwan merek Huawei khususnya Huawei P30 Pro dirasakan membawa banyak perubahan atau peningkatan, berbeda sekali dari iPhone meskipun hasil fotonya disebut bagus.
 
Huawei juga sempat meminjamkan Huawei P30 Pro versi prototype kepada beberapa fotografer tanpa diberi tahu lebih dulu soal kemampuam dan fitur di dalamnya. Salah satunya ada fotografer profesional Christina Tan.
 
"Awalnya saya sempat ragu, karena saya terbiasa mengambil foto dengan kamera DSLR dan mirrorless. Sementara smartphone hanya untuk kebutuhan komunikasi, dokumentasi, dan paling Instagramm Stories. Tidak pernah mengandalkannya untuk mendapatkan hasil foto yang berfokus ke estetika," tutur Christina.
 
Menurutnya berbagai mode pengambilan foto yang lengkap dengan sekali sentuhan pilihan saja memudahkan siapapun untuk belajar menghasilkan foto dengan hasil bagus.
 
"Justru tantangan bagi kita (fotografer) bukan lagi soal teknis tapi bagaimana menghasilkan foto dengan sangat singkat tanpa pengaturan namun tetap dengan komposisi yang bagus, apalagi sekarang bisa dibagikan dengan cepat menggunakan media sosial," jelas Christina.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif