Foto: istimewa
Foto: istimewa

Begini Tingkat Kualitas Tidur di Seluruh Dunia Menurut Zepp Health

Teknologi amazfit
Cahyandaru Kuncorojati • 21 April 2022 13:20
Jakarta: Ramadan telah kembali menghampiri kita di tahun ke 3 semenjak pandemi terjadi secara global. Pada bulan ini juga tidur merupakan salah satu aktivitas yang cukup banyak 'digemari'. 
 
Tidur yang cukup selain bisa memberikan dampak langsung seperti bangun tidur lebih berenergi dan fit, menjaga kondisi mood, menjaga berat badan, menjaga kadar gula darah, cukup tidur juga baik untuk menjaga daya tahan kekebalan tubuh dan fungsi otak.
 
Hal ini tentunya akan membantu kita menjadi lebih produktif, meningkatkan daya ingatan, lebih fokus dan lebih konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari. Sebenarnya, berapa jumlah waktu yang dibutuhkan untuk waktu tidur yang ideal dan kenyataan yang terjadi di negara-negara lain di dunia?
 
Zepp health mengeluarkan hasil riset dan studi terkait jumlah rata-rata tidur harian di beberapa negara dan kaitanya dengan kesehatan.
 
Dalam hasil risetnya ditemukan bahwa durasi waktu tidur per hari seseorang sangat menentukan dan berkaitan erat dengan index kesehatan seperti BMI, tensi jantung, hingga rata-rata tingkat stress seseorang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zepp health juga menemukan bahwa terdapat hubungan yang erat antara jumlah langkah kaki harian seseorang dengan kualitas dan jumlah tidur seseorang serta kaitanya terhadap kesehatan jantung.
 
Penelitian menemukan, setidaknya di 2021 rata-rata durasi tidur seseorang adalah 7 Jam 9 menit, terjadi penurunan sebanyak 2 menit jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menariknya, pria jauh lebih cepat dalam durasi tidur jika dibandingkan dengan wanita, terdapat sekitar 15 menit lebih cepat.
 
Data ini diambil dari total sampel penduduk di dunia, dan Indonesia berada di posisi terendah dibandingkan beberapa negara di dunia terkait dengan rata-rata durasi tidur harian penduduknya.
 
Rata-rata orang di Indonesia hanya tidur sebanyak 6 jam 36 menit setiap harinya, dan masih berada di bawah jepang dengan durasi tidur rata-rata penduduknya sebanyak 6 jam 44 menit dan Malaysia dengan durasi rata-rata tidur penduduknya sebanyak 6 jam 46 menit.
 
Sedangkan negara Belgia, Republik Irlandia, dan Belanda adalah 3 negara teratas dengan jumlah durasi rata-rata tidur penduduknya, yaitu 7 jam 30 menit. Secara global penduduk di dunia pun dinyatakan kurang tidur atau tidur dibawah 7 jam sehari selama 59 hari dalam setahun. Hal ini meningkat sebanyak 7 hari jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
 
Menurut hasil riset dari Zepp health, setelah 7-8 jam beristirahat, tingkat BMI, detak jantung, dan skor tidur seseorang menunjukan hasil yang positif dan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan mereka yang tidur dibawah 7 jam.
 
Selain itu masing-masing individual yang tidur 7-8 jam setiap harinya menunjukan tingkat stress mereka berada di level rileks. Detak jantung mereka pun berada pada titik paling optimum ketika tidur di antara 7 jam sehari.
 
Zepp health juga memiliki temuan akan korelasi antara jumlah langkah kaki saat berjalan kaki setiap harinya mampu meningkatkan kualitas tidur seseorang. Setidaknya mereka yang setiap harinya secara konsisten berjalan kaki sebanyak 8.000 hingga 16.000 langkah, memiliki tingkat kualitas tidur yang tertinggi.
 
Amazfit mengaku memiliki produk smartwatch dengan fitur yang mampu mengukur tingkat stress, jumlah langkah harian, BMI, hingga membaca kualitas tidur harian kita.
 
Lini produknya seperti Bip U series, GT2, GTS 2 mini, Trex series, hingga lini produk terbarunya GT3, memiliki beberapa fitur utama yang mampu memantau beberapa poin penting kesehatan tersebut melalui teknologi somnuscare.
 
Teknologi Somnuscare bermula dari pengembangan fitur biotracker 2. Pada masa pengembangan generasi pertamanya pengguna dapat merekam tahap tidur dasar ringan, dalam, dan waktu bangun, detak jantung tidur mereka, dan diberikan skor tidur untuk meringkas seberapa baik mereka tidur.
 
Mereka juga dapat menerima rekomendasi tentang cara meningkatkan kebiasaan tidur. Lalu pada Mesin generasi kedua menambahkan kemampuan bagi pengguna untuk melacak tahap tidur REM, dan - dalam kombinasi dengan mesin pemantau oksigen darah OxygenBeats.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif