Survei IBM mengungkap bahwa eksekutif bisnis di Indonesia kian menyeriusi investasi Hybrid Cloud.
Survei IBM mengungkap bahwa eksekutif bisnis di Indonesia kian menyeriusi investasi Hybrid Cloud.

Perusahaan Indonesia Bakal Serius Investasi di Hybrid Cloud

Teknologi teknologi ibm
Lufthi Anggraeni • 29 Oktober 2020 12:51
Jakarta: IBM Institute for Business Value (IBV), mengumumkan kolaborasi dengan Oxford Economics untuk melakukan survei kepada lebih dari 6.000 orang eksekutif global dari berbagai industri, termasuk Indonesia.
 
Survei ini bertujuan memperoleh pemahaman mendalam tentang penggunaan hybrid cloud, serta pendekatan organisasi terhadap manajemen multi-cloud. Sebelumnya, berdasarkan hasil survei IBV, semakin banyak eksekutif bisnis di Indonesia yang berencana untuk berinvestasi pada hybrid cloud.
 
“Hybrid cloud memungkinkan peningkatan kinerja bisnis dengan ROI yang lebih besar. Hal ini terbukti dengan kesuksesan sejumlah bisnis terkemuka dalam meraih keunggulan kompetitif melalui pengelolaan hybrid cloud dan tata kelola platform yang lebih kuat,” ujar Presiden Direktur IBM Indonesia Tan Wijaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Umumnya, rencana investasi ini bertujuan mendorong transformasi bisnis dan membuka peluang baru demi meningkatkan nilai bisnis. IBV kemudian merangkum survei tersebut dalam sebuah laporan yang berjudul The hybrid cloud platform advantage: A guiding star to enterprise transformation in Indonesia.
 
Menurut responden survei dari Indonesia, saat ini sebanyak 16 persen dari pengeluaran TI organisasi responden dialokasikan untuk cloud. Responden juga mengungkapkan rencana untuk meningkatkan porsi pengeluaran hybrid dari 51 persen saat ini, menjadi 57 persen pada tahun 2023 mendatang.
 
Selain itu, survei ini juga mengungkap bahwa sebagian besar anggaran cloud organisasi dialokasikan untuk hybrid cloud, meskipun anggaran untuk public cloud mereka harus dikurangi dari 41 persen menjadi 36 persen pada tahun 2023.
 
Dan sebagian besar industri secara global akan mencatat pertumbuhan dalam jumlah penggunaan cloud, dengan perkiraan jumlah cloud mencapai 11 cloud per organisasi, terutama di bidang asuransi, telekomunikasi, ritel, perbankan, dan produk konsumsi.
 
Tingginya jumlah penggunaan ini juga karena sejumlah industri tersebut disebut akan menjadi industri yang terus mengembangkan penerapan cloud dalam tiga tahun ke depan. Lebih lanjut, studi ini juga menemukan bahwa responden mengakui return on investment (ROI) dari pendekatan platform tersebut.
 
Responden juga mengungkap bahwa nilai bisnis yang dihasilkan dari teknologi dan model operasi full hybrid dan multi-cloud adalah 2,5 kali lebih besar jika dibandingkan dengan nilai yang dihasilkan dari pendekatan vendor single platform, single cloud.
 
Bahkan, pendekatan platform ini disebut-sebut bisa mempercepat peningkatan nilai bisnis sesuai dengan besaran bisnis yang diharapkan.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif