Aplikasi darurat terbaru untuk penduduk DKI Jakarta
Aplikasi darurat terbaru untuk penduduk DKI Jakarta

Polda Metro Luncurkan Dua Aplikasi Minta Tolong

Teknologi teknologi aplikasi
Candra Yuri Nuralam • 05 Desember 2019 20:25
Jakarta:Polda Metro Jaya meluncurkan aplikasi Help Renakta dan Satpam Mantap. Aplikasi ini bisa memudahkan masyarakat meminta bantuan kepada petugas dengan satu sentuhan.
 
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan aplikasi Help Renakta merupakan hasil kerja sama dengan dengan Pemerintah DKI Jakarta. Aplikasi ini bisa memberikan penyuluhan kepada korban kejahatan di Jakarta.
 
"Aplikasi ini nanti bagaimana kita mendekatkan anak anak, perempuan, yang jadi korban bisa penyuluhan hukum," kaga Gatot di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis 5 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Medcom.idmencoba mengunggah aplikasi tersebut di play store. Aplikasi ini memakan memori ponsel 18MB.
 
Aplikasi ini mengharuskan pengguna memberi izin pengambilan data. Pengguna juga diminta untuk mengisi data diri secara lengkap untuk bisa menggunakan aplikasi tersebut. Jika tidak, tombol bantuan tidak bisa digunakan.
 
Ada tiga fitur utama dalam aplikasi Help Renakta. Pertama, aplikasi itu bisa mendeteksi keberadaan pemilik ponsel dengan sistem peta yang dibuat secara faktual.
 
Selanjutnya, ada fitur empat tombol darurat. Tombol darurat ini bisa digunakan untuk meminta bantuan, menghubungi operator, buzz, dan call Renakta. Setiap tombol mempunyai fungsi berbeda.
 
"Nanti petugas terdekat langsung akan bisa mendekat ke lokasi 24 jam," ujar Gatot.
 
Lalu, ada fitur jendela informasi. Fitur ini berisi kumpulan informasi bantuan hukum, anak hilang, dan panduan wajib untuk penyuluhan hukum untuk korban kejahatan.
 
"Mereka bisa juga mendapat layanan kesehatan selama 24 jam," tutur Gatot.
 
Kemudian ada aplikasi Satpam Mantap. Aplikasi ini dibuat untuk memanfaatkan satpam yang bekerja di perumahan di Jakarta.
 
Gatot mengatakan aplikasi ini dibuat lantaran satpam sering menjadi pihak pertama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di sejumlah area seperti pertokoan, dan perumahan. Hal ini juga dilakukan untuk pendeteksi dini kejahatan di tempat umum.
 
"Kalau kita lihat jumlah polisi kurang di Jakarta, dengan kita membudayakan satpam yang ada nanti bisa lebih baik lagi," tutur Gatot.
 
Namun, tidak semua masyarakat bisa menggunakan aplikasi ini. Gatot mengatakan aplikasi ini hanya bisa digunakan oleh satpam yang sudah bersertifikasi.
 
"Ini bisa kelihatan satpam yang terlatih atau tidak, ke depan kita bisa latih siapa yang terlatih atau tidak," ucap Gatot.
 
Aplikasi ini hampir sama dengan Help Renakta yang dilengkapi tombol panik. Ada empat fitur dalam aplikasi ini yaitu rekomendasi, Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), dan informasi.
 
Fungsi BUJP ini bisa membuat masyarakat mendaftar untuk membuat sertifikasi satpam secara daring. Akan ada form pengisian setelah tombol itu dipilih.
 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyarankan masyarakat mulai mengunduh aplikasi ini. Menurutnya, aplikasi ini sangat bagus dalam situasi genting untuk membuat keamanan di ibu kota lebih baik lagi.
 
"Saya mengundang masyarakat Jakarta mengunduh aplikasi ini, gunakan dengan baik dan bijak, gunakan bila ada situasi kedaruratan," tutur Anies.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif