Ilustrasi.
Ilustrasi.

Twitter Bersih-Bersih Akun Tidur

Teknologi media sosial teknologi twitter
Cahyandaru Kuncorojati • 27 November 2019 10:03
Jakarta: Twitter sebagai media sosial yang juga pesaing Facebook sedang sangat aktif meningkatkan layanan atau platform mereka. Kabar terbaru, media sosial buatan Jack Dorsey berencana membersihkan layanannya dari akun tidur alias nonaktif.
 
Kabar ini pastinya membuat pemilik akun Twitter sejak lama dan memang tidak lagi aktif digunakan akan sedikit cemas. Nantinya, username atau nama akun Twitter mereka yang sudah identik dengan dirinya bisa digunakan orang lain apabila sudah dinonaktifkan atau dihapus Twitter.
 
Dikutip dari Engadget, Twitter akan memberlakukan penghapusan kepada akun yang sudah nonaktif selama enam bulan terakhir alias tidak lagi melakukan interaksi. Misalnya membuat cuitan atau sekadar retweet atau like tweet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Disebutkan juga bawa proses ini tidak akan selesai dalam satu hari jadi pengguna atau pemilik akun Twitter tidak perlu panik. Namun, Twitter tidak menjelaskan kapan akun Twitter yang dihapus bisa kemabli digunakan oleh pemiliknya apabila ikut dibersihkan.
 
Kapan Twitter akan mulai membersihkan akun nonaktif? Perwakilan Twitter menyebutkan rencana untuk melakukannya pada 11 Desember nanti. Mereka juga punya alasan yang sebetulnya bisa dibilang sangat baik dan wajib ditiru layanan atau platform lain tidak terbatas di media sosial.
 
Juru bicara Twitter kepada Engadgetmenyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memberikan informasi terkini tentang pengguna Twitter. Efeknya untuk bisa mendapatkan informasi yang akurat dan kredibel.
 
Langkah ini juga dilihat sebagai usaha untuk memberantas pelaku penyebaran hoaks yang selama ini menggunakan akun Twitter hanya untuk spam di momen tertentu sementara cuitan mereka masih tertinggal di internet.
 
Tidak hanya memberantas akun penyebar hoaks. Platform Twitter juga kerap ditemui akun tidak jelas yang menyediakan konten pronografi. Kebanyakan akun ini juga melakukan spam, tidak menyajikan interaksi normal alias diduga merupakan akun bot.
 
Twitter juga menerima pertanyaan mengenai akun yang pemiliknya sudah meninggal dunia atau wafat. Membandingkan dengan Facebook, media sosial buatan Mark Zuckerberg memilih untuk tidak menghapusnya tapi menandakannya berdasarkan informasi dari pengguna yang memiliki ikatan keluarga atau pengguna lainnya.
 
Pihak Twitter belum memiliki rencana serupa, tapi diakui salah satu tim sedang memikirkan langkah tersebut. Langkah yang dilakukan Twitter tidak asing, tahun 2013 Yahoo menerapkan cara serupa dengan istilah daur ulang akun.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif