Apple mencatat informasi tentang siapa yang ingin Anda hubungi melalui iMessage. (Digital Trends)
Apple mencatat informasi tentang siapa yang ingin Anda hubungi melalui iMessage. (Digital Trends)

Apple Bisa Lacak Pengguna via iMessage

Ellavie Ichlasa Amalia • 29 September 2016 14:24
medcom.id: iMessage dari Apple seharusnya menjadi cara aman untuk berkomunikasi dengan teman dan keluarga.
 
Namun, ada masalah besar terkait privasi pengguna iMessage. Apple mungkin tidak tahu apa yang Anda katakan dalam pesan yang Anda kirim, tapi mereka tahu orang yang hendak Anda hubungi.
 
Seperti yang dijelaskan oleh The Verge, ketika Anda menggunakan iMessage untuk menghubungi seseorang, aplikasi ini secara otomatis memeriksa server Apple untuk melihat apakah orang itu memiliki akun iMessage. Dengan begitu, Apple akan tahu siapa yang Anda ajak bicara, tidak peduli apakah dia memiliki akun iMessage atau tidak.

Selain informasi tentang siapa yang Anda hubungi, Apple juga menyimpan informasi tentang tanggal dan waktu pengiriman pesan serta alamat IP asal, yang dapat melacak keberadaan Anda.
 
Catatan ini disimpan selama 30 hari sebelum terhapus. Namun, aplikasi pesan atau aplikasi lain yang tertanam di iOS sesekali akan menghubungi server Apple, menciptakan catatan baru tentang siapa yang menghubungi siapa. Pemeriksaan ini tidak terjadi setiap sebuah pesan dikirim meski ia terjadi secara berkala.
 
Apple dapat memberikan informasi ini kepada pihak berwajib yang memiliki surat perintah pengadilan. The Intercept mengetahui tentang masalah ini dari sebuah badan berwajib yang menjelaskan informasi apa saja yang bisa Apple berikan pada mereka.
 
Meskipun catatan yang Apple buat ini hanya menunjukkan orang yang mungkin Anda hubungi -- Apple tidak memiliki informasi tentang pesan yang dikirim atau bukti apakah komunikasi antar dua orang memang terjadi -- pihak berwajib tetap dapat mengetahui orang-orang yang Anda ingin hubungi.
 
Dalam sebuah pernyataan yang pertama kali diberikan ke The Intercept, Apple berkata bahwa mereka hanya akan memberikan informasi ini ketika pihak berwajib menunjukkan surat perintah pengadilan yang sah.
 
"Dalam beberapa kasus, kami akan dapat menyediakan data dari catatan server yang tercipta saat pelanggan menggunakan aplikasi-aplikasi tertentu di perangkat mereka," kata Apple.
 
"Kami memiliki hubungan dekat dengan pihak berwajib untuk membantu mereka mengerti informasi apa yang bisa kami berikan dan memastikan catatan ini tidak mengandung isi pembicaraan atau bukti bahwa komunikasi antar pengguna terjalin."
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA